PSI Tanggapi Serius Fatwa Sang Pencerah

Sangpencerah.id – Terkait “Fatwa Haram” memilih PSI  ditanggapi serius oleh Sekjend nya, Raja Juli Antoni (baca: “Fatwa Haram” Memilih PSI ). 

Fatwa yang dikeluarkan oleh Sang Pencerah menjadi viral dan banyak diikuti oleh warganet khususnya warga Muhammadiyah

Banyak pihak mengatakan fatwa tersebut akan berpengaruh terhadap elaktibilitas PSI tentunya juga citra PSI, maka sebelumnya beberapa fungsionaris PSI sibuk mengklarifikasi dan menyatakan bahwa itu bukan fatwa PP Muhammadiyah

Lha memang dari awal Sang Pencerah tidak pernah membawa – bawa nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam fatwa tersebut karena fatwa itu ditujukan bagi warga Muhammadiyah dan follower Sang Pencerah yang sejalan dengan pemikiran Sang Pencerah terhadap tindak tanduk PSI dalam menanggapi Amien Rais

Kemarin Toni sampaikan ucapan terimakasih ke pihak Tribunnews karena bantahan terhadap Fatwa Sang Pencerah telah dimuat. Juga sampaikan terima kasih kepada Sekretaris PP Muhammadiyah yang menurut beberapa netizen sikap Toni itu seperti anak kecil yang mengadu kepada orang tuanya.

Di beberapa kesempatan PSI mengklaim sebagai partai anak muda yang berani beradu wacana dan gagasan lha kalo belum apa – apa sudah mengadu ke “Ayahanda” bagaimana caranya kita beradu wacana dan gagasan.

Berita tersebut mewawancarai Pak Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah yang menyatakan “Fatwa resmi dan pandangan keagamaan Muhammadiyah diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah atau oleh PP Muhammadiyah melaui keputusan resmi,”

“Media Sang Pencerah itu bukan situs resmi Muhammadiyah dan tidak ada hubungan dengan PP Muhammadiyah,” tambah Abdul Mu’ti.

Sang Pencerah memang bukan website resmi milik Muhammadiyah dan kami sudah tegaskan di profil Website, sangpencerah.id berdiri sejak tanggal 10 Juni 2013 digagas oleh anak-anak muda Muhammadiyah sehingga media ini membawa langgam dakwah muhammadiyah, walaupun kami tidak memiliki affiliasi secara struktural dengan Persyarikatan Muhammadiyah.

Tahun 2013 kita mendirikan website ini untuk menggebrak warga Muhammadiyah bahwa pentingnya dakwah dalam dunia maya maya.

Kemudian di perjalanan banyak ummat islam dan warga Muhammadiyah yang sejalan dengan pemikiran Sang Pencerah dan ” seolah – olah” menganggap bahwa website Sang Pencerah adalah representasi suara warga Muhammadiyah maka hal tersebut kami kembalikan kepada para netizen yang menilai