Geliat Tapak Suci Muhammadiyah di Pulau Pisang

Sangpencerah.id – Hari Ahad pagi tanggal 4 Maret 2018 , bertempat di halaman Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau telah diadakan kegiatan pengenalan sekaligus latihan perdana  Perguruan seni beladiri “TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH”. Kegiatan yang diinisiasi oleh pengurus PDM dan masjid KHA Dahlan , serta warga persyarikatan ini  selain bertujuan untuk meramaikan dan menyemarakkan masjid juga menyalurkan bakat anak-anak dan remaja dengan kegiatan  olahraga seperti Tapak Suci, sehingga kedepannya aka nada kader-kader yang dapat berprestasi di bidang olahraga ujar Bp. Hartono, S.Pd.I Ketua Pengelola Masjid KH Ahmad Dahlan.

Pada kesempatan pertama latihan ini , mengundang  Tim Pelatih Tapak Suci dari dari PD Muhammadiyah Kabupaten Kapuas di bawah pimpinan Bp. H. Agung , salah satu kabupaten terdekat  kurang lebih 40 km dari kota Pulang Pisau , dan di Kapuas memang sudah lama terbentuk ortom Tapak suci, dan selanjutnya diadakan latihan rutin setiap Ahad pagi di masjid KHA Dahlan.

Senada disampaikan Sekretaris PDM Pulang Pisau Bp. Rudi Purwadi, S.Sos, bahwa adanya Tapak suci mendapat  respon positif dari warga persyarikatan dan masyarakat umum ,bahkan bersemangat  untuk  mengikuti latihan, dan Pencak silat ini  merupakan olahraga yang tepat untuk menjaga kebugaran dan pengembangan kader muda di sekolah atau kegiatan remaja masjid, serta memberikan kegiatan positif untuk pengembangan jati diri pemuda yang berkarakter islami.

Kegiatan latihan Tapak suci ini  secara rutin diadakan setiap hari Ahad jam 07.00 WIB bertempat di halaman masjid KH Ahmad Dahlan, dan terbuka untuk umum kelas anak-anak dan dewasa. bagi yang berminat dan bergabung , dipersilahkan datang ke Sekretariat PDM atau Masjid KHA Dahlan untuk mendaftar, dan langsung dapat mengikuti latihan bersama.

PDM bekerjasama dengan Takmir Masjid juga  mengadakan kegiatan olahraga sunnah lainnya yaitu ‘memanah’, latihan bersama bertempat di halaman Masjid pada setiap hari Sabtu dan Ahad, pagi-sore, dan Alhamdulillah cukup banyak warga masyarakat  yang mengikuti latihan dan ada yang sudah memiliki peralatan memanah sendiri.  

Mari kita bersama-sama melestarikan Seni budaya bangsa Indonesia melalui seni beladiri yang memperteguh iman, menggembirakan , memperkuat ibadah, mempertinggi akhlak yang mulia , serta mengamalkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan proporsi seni beladiri, sesuai dengan motto Tapak suci yaitu : “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, Tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah”.(sp/red)

Reporter : Bonni Febrianto