Muhammadiyah Surabaya Serukan Stop Pemaksaan Pakai Atribut Natal

Sangpencerah.id – Menjelang pergantian tahun baru dari 2017 ke 2018 , Kamtibmas Kapolrestabes Kota Surabaya mengadakan silaturrahim menjelang Pengamanan Natal dan Tahun Baru bertempat di kantor Polrestabes Kota Surabaya pada hari Senin, 18 Desember 2017. Dengan mengundang Walikota Surabaya, Danrem, Majelis Ulama Indonesia Surabaya , Pimpinan Cabang Nadhatul Ulama Surabaya , Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, Badan Musyawarah Gereja Surabaya, Pengusaha Hiburan, Plaza dan Tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya menyampaikan beberapa poin sebagai berikut:

1. Jangan ada paksaan Pegawai Muslim memakai Pakaian simbol-simbol Perayaan Natal,

2. Jangan sampai ada mobilisasi untuk memainkan musik kristiani yang terlalu vulgar ditempat umum,

3. Perayaan Tahun baru jangan sampai ada penyelenggara Hotel yang melaksanakan kegiatannya merusak moral anak muda.

Sementara itu orang no 1 di Jajaran Kepolisian Kota Surabaya, Kapolrestabes Kombes Polisi Rudi Setiawan menyampaikan bahwa beliau mendukung dengan pernyataan Muhammadiyah tapi jangan sampai ada sweeping, di hadapan para pengusaha hotel dan tempat hiburan serta Plaza, beliau menekankan bahwa hal ini karena sesuai dengan Fatwa MUI No. 56 Tahun 2016 Tanggal 14 Desember 2016 HARAM PAKAI ATRIBUT KEAGAMAAN NON MUSLIM (TERMASUK PAKAI SALIB DAN TOPI SINTERKLAS.(sp/klikmu)