Kurang Dana Bangun Infrastruktur, Pemerintah Bidik Dana Amal

sangpencerah.id – Gencarnya pembangunan infrastruktur dalam tiga tahun terakhir membuat pemerintah harus memutar otak untuk mencari alternatif pendanaan. Terlebih di sisi lain, pemerintah secara terang-terangan mengakui bahwa kas keuangan negara tak mampu memenuhi seluruh proyek infrastruktur.

Kali ini, pemerintah tengah mengkaji rencana memanfaatkan dana amal yang berasal dari para dermawan di dunia atau filantropis untuk pembangunan infrastruktur. Penggunaan dana filantropis, pun sebelumnya dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak memungkiri, dana dari para filantropis bisa saja dipergunakan pemerintah Indonesia untuk membiayai proyek infrastruktur. Namun, bendahara negara menyebut, para filantropis hanya tertarik menanamkan modalnya pada proyek infrastruktur sosial.

“Masing-masing filantropis yang ingin masuk pada masalah kesehatan. Ada mungkin infrastruktur, tapi berkaitan dengan climate change. Itu bisa saja kita tampung,” kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, di Jakarta, Sabtu 21 Oktober 2017.

Ani menjelaskan, pendanaan infrastruktur pemerintah saat ini tidak hanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, namun juga kerja sama dengan para pemangku kepentingan lainnya seperti perusahaan-perusahaan pelat merah, maupun sektor swasta.

Meskipun bendahara negara tertarik untuk menggunakan dana amal dari para filantropis untuk pembiayaan infrastruktur, namun hal itu akan dikaji terlebih dahulu. Kajian tersebut, akan mencakup bagaimana skema pendanaan menggunakan dana amal.

“Kalau strukturnya, nanti kami diskusikan lagi lah ya,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.(vv/sp)