Korban Tewas Bom Kampung Melayu, Alumni SMP Muhammadiyah

SangPencerah.id– Salah satu korban ledakan bom bunuh diri Kampung Melayu diberangkatkan ke kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah untuk dimakamkan. Korban merupakan anggota Satuan Shabara Polda Metro Jaya Briptu (anumerta) Imam Gilang Adinata.

Sebelum diberangkatkan, jenazah mendapat penghormatan terakhir denagn upacara pelepasan. Kapolres Jakarta Selatan Komberpol Iwan Setiawan sebagai inspektur upacar.

Tampak, Nining ibu orang tua almarhum tak tahan menhan isak tangis saat jenazah dibawa dari kediamannya di Menteng Dalam, Jakarta, Jaksel, Kamis (25/5). Almarhum akan dimakamkan di Klaten, Jawa Tengah. Pelepasan juga diwarnai iak tangis keluarga korban.

Briptu (anumerta) Imam Gilang Adinata yang menjadi salah satu dari tiga petugas kepolisian korban ledakan bom di Terminal Kampung Melayu pada (24/5) dan dimakamkan di Klaten, Jawa Tengah. Jenazah dimakamkan siang ini di pemakaman gedong, kampong Srago Gede, RT 05, RW 7, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah.

Sebelum merantau ke Jakarta seusai lulus SMA  dan menjadi polisi, Almarhun Bripda Imam Gilang Adinanta menghabiskan masa kecil hingga remaja bersama neneknya, kedua orang tuanya merantau ke Jakarta.  Ia merupakan putra daerah Klaten yang menempuh pendidikan di SD Mojayan 1. Setelah itu ia menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah 1 Klaten.

Bripda Imam Gilang yang telah bergabung di Korps Kepolisian Polda Metro Jaya sejak tahun 2012. Ia tewas saat bertugas ketika bertugas dalam tragedi Bom Kampung Melayu, tadi malam. Keluarganya pun sangat terpukul atas kematian korban, rumah keluarga di Klaten terus dipenuhi warga yang ingin takziah. (sp/red)