Inilah 4 Rekomendasi Nasyiatul Aisyiyah untuk Penyandang Disabilitas

Sangpencerah.id – Perempuan penyandang disabilitas biasanya mengalami diskriminasi berlapis. Diskriminasi ganda semakin berat jika mereka berasal dari kalangan miskin dan kelompok masyarakat etnis dan bukan mayoritas.

Diskriminasi ganda yg menimpa perempuan penyandang disabilitas disebabkan oleh perilaku kultural, praktik dan tafsir agama serta sistem di masyarakat. Penyandang disabilitas sulit mendapatkan hak-hak pendidikan dan pekerjaan. Bahkan lebih memprihatinkan lagi rentan mengalami kekerasan seksual, seperti pemerkosaan.

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah telah melakukan pendampingan terhadap perempuan disabilitas korban kekerasan seksual di Pakem Sleman Yogyakarta. Pendampingan dilakukan bersama LBH Aisyiyah Solo dan SIGAB.

Menindaklanjuti yg telah dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah, maka pada Hari Selasa 30 Mei 2017 kerjasama Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah dengan UNALA mengadakan Diskusi Tematik Berkemajuan dengan tema “Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Anak Berkebutuhan Khusus” dengan pembicara Ibu Ro’fah Makin, P.hD dan dr. Lutfi Al Ghazali dan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.

Diskusi ini dihadiri oleh pimpinan Nasyiatul Aisyiyah wilayah, daerah dan cabang serta praktisi disabilitas di beberapa institusi dan akademisi serta perempuan penyandang disabilitas.

Rekomendasi kegiatan ini adalah:
1. Equal Acces di bidang pendidikan untuk penyandang disabilitas
2. mendapatkan hak-hak kespro.
3. Menyerukan hak penyandang disabilitas yakni memiliki derajat yg sama baik perlakuan yg adil, perlakuan tindakan kekerasan seksual yg adil.
4. Masyarakat harus dpt berperan aktif memberikan perlindungan terhadap kasus kekerasan seksual yg menimpa perempuan disabilitas.

Nasyiatul Aisyiyah yg memiliki tagline gerakan perempuan muda berkemajuan, memberikan perhatian khusus kepada perempuan dengan penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas merupakan bagian dari kaum mustadz’afin yg harus diperjuangkan secara hak dan kewajiban.(sp/red)