Tak Hanya Berdakwah di Masjid, ‘Aisyiyah Juga Berdayakan Narapidana

SangPencerah.id–  ‘Aisyiyah selalu memiliki terobosan-terobosan dalam mengembangkan dakwahnya. Salah satunya adalah dakwah komunitas. Aisyiyah tidak hanya berdakwah di masjid-masjid, musholla atau lembaga-lembaga Islam, tetapi juga menyentuh kelompok-kelompok masyarakat yang jarang diperhatikan seperti di Lokalisasi, Lapas, Pasar atau suku-suku terpencil.

Dakwah seperti ini juga dilakukan Majelis Ekonomi Sumbar  PWA Sumbar dalam membina warga binaan perempuan Lapaz Muara IA Padang, Jika dahulunya warga binaan bikin sendal sekarang menghadirkan sabun untuk kebutuhan rumah tangga.

Demikian disampaikan Ketua PW Aisyiyah Sumbar, Bunda Hj Meiliarni Rusli ketika membuka pelatihan pembuatan sabun Melin di Lapaz Kelas IA Padang, Senin (13/3/2017).

Sabun Melin merupakan sabun yang diproduksi secara resmi oleh PP Aisyiyah yang bahan bakunya didatangkan langsung dari Yogyakarta dan beredar luas di seluruh Indonesia, termasuk di Sumbar.

“Sabun melin tidak berbusa sehingga nyaman dipakai dan ramah lingkungan,” ujar Bunda Mei. Tampak para warga binaan Lapaz Muara antusias menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber.

Ketua PW Aisyiyah Sumbar Dra Hj Meliarni Rusli mengatakan program pelatihan pembuatan sabun melin adalah program lintas lembaga kolaborasi antara majelis ekonomi dan majelis, Aisyiyah tidak hanya menempa karakter dan kepribadian saja tetapi juga sekaligus membekali mereka dengan keterampilan, agar kelak ketika bebas dari Lapaz bisa berwirausaha.

“Kita tidak hanya tempa dada mereka dengan aqidah akhlaq saja tetapi juga memberikan mereka kail untuk melanjutkan hidup, ” katanya. Lanjutnya, program ini perdana dilakukan bagi warga binaan tetapi sudah berhasil dikembangkan oleh Ibu-ibu Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pelatihan sabun Melin ini tidak hanya menghasilkan kreativitas saja tetapi juga bisa menghasilkan wirausaha baru kalau diproduksi secara rumahan atau disuply ke warung kecil juga akan membuat lapangan kerja baru.

Aisyiyah Pati, Semangat Berdakwah di Lokalisasi

Meiliarni mengharapkan para warga binaan perempuan ini serius mengikuti pelatihan dari narasumber sehingga setelah habis masa tahanan bisa mendirikan home industri sabun.(sp/red)