Pemuda Muhammadiyah Launching Satgas Advokasi Untuk Mustadh’afin

Sangpencerah.id – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah terus memperjuangkan advokasi sejak mengawal kasus Siyono. Ditambah lagi ditengah kasus penista agama kala itu Pemuda Muhammadiyah sadar secara hukum dan melaporkan ahok kepihak yang berwenang.

Berangkat dari ritme gerakan yang begitu sering bersinggungan dengan ranah hukum. Melalui diskusi ringan antara Ketua Umum dan Bidang Hukum PP PM muncul sebuah gagasan yang mendorong tercetusnya Satgas Advokasi sebagai bagian penting dalam menopang kerja kerja advokasi.

“Belakangan ini, Pemuda Muhammadiyah sering menjadi tempat pengaduan bagi mereka yang terpinggirkan secara hukum. Sebut saja beberapa waktu lalu perwakilan Petani Kendeng mengadukan nasibnya ke Kantor PP PM. Hal yang sama juga dilakukan oleh Petani Karawang dimana lahan dan rumah mereka digusur”, tegas Faisal,Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum.

Atas beberapa momentum itulah, dibawah inisiasi Bidang Hukum PP Pemuda Muhammadiyah bahwa lahirnya Satgas Advokasi adalah sesuatu yang mendesak. Sudah barang tentu, Satgas Advokasi di dedikasikan untuk Kaum Mustadaafin yang sulit mendapat akses keadilan.

“Visi kami tidak rumit, Satgas Advokasi hadir untuk melayani umat dan mengabdi pada keadilan. Kerja kerja advokasi memanglah sulit tapi nikmat dalam prosesnya”,lanjutnya.

Hari ini adalah langkah awal dimana Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah telah diresmikan. Penyerahan bendera Pataka Satgas yang diberikan oleh Ketua Bidang Hukum PP PM kepada Direktur Satgas Advokasi merupakan simbol kehormatan jika mereka akan menjadi pejuang keadilan jika bekerja secara serius dan penuh komitmen.

“Tak ada amanah khusus kepada personil Satgas, hanya kami katakan bahwa di depan sana kerja kerja advokasi telah menunggu kalian” ujar kandidat doktor ini.

Satgas advokasi ini memiliki tiga unsur penting secara kelembagaan. Pertama badan pembina yaitu Bapak Busyro Muqoddas dan Dahnil Anzar Simanjuntak. Kedua, badan pengawas terdiri pengurus inti PP PM antara lain Faisal, Andy R Wijaya, Abdul Rahman Syaputra, dan Virgo Sulianto Gohari. Ketiga, unsur terpenting dari pengerak satgas ini ialah badan pekerja yang dinahkodai oleh Gufroni sebagai Direktur Satgas. Gufroni berprofesi sebagai advokat dan akademisi hukum di kota Tangerang. Sementara Wakil Direktur Satgas dijabat oleh Fuji Abdurahman aktivis Pemuda Muhammadiyah yang energik bergelar Master Hukum.

Badan pekerja tadi memiliki 15 divisi antara lain divisi litigasi, divisi non litigasi, divisi kajian dan litbang, divisi hukum dan politik, divisi informasi dan pengaduan, divisi buruh tani dan nelayan, divisi perempuan dan anak, divisi pusat data, serta divisi pemberdayaan masyarakat. Pada ranah penanganan perkara Satgas memiliki puluhan advokat yang siap pada area litigasi.

Faisal menambahkan,Ā Satgas adalah embrio untuk ke arah LBH. Mengingat struktur kelembagaan Satgas ini sedari awal sudah kita adaptasikan layaknya seperti LBH. Dengan begitu jika ingin bergeser menjadi LBH sudah tidak terlalu banyak beban tinggal menyisakan proses adminitrasi dan keabsahan syarat lainnya.

Layanan pengaduan dan informasi terkait Satgas Advokasi dapat menghubungi kami di alamat Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Lantai IV, Jl Menteng Raya No 62 Jakarta Pusat. Telpon (021) 314 9016 dan Contact Person 082385956154 atau 081291266741.(sp/red)