PAN dan Relawan MU Pro Anies-RMJ Pro Ahok, Muhammadiyah Tak Terlibat

SangPencerah.id–  Dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 Putaran ke-dua, keriuhannya terus terjadi hingga hari ini.  DPW  Partai Amanat Nasional DKI Jakarta dibawah Eko Patrio secara baru-baru ini mendelarasikan dukungan pada  Anies-Sandi. Secara tegas, Ketua Umum  PAN, Zulkifli Hasan  menyatakan bahwa ketegasan PAN untuk mendukung Anies-Sandi ini  karena meyerap aspirasi arus bawah yang menginginkan pembangunan  Jakarta yang lebih manusiawi.

Senada dengan PAN, sekelompok warga yang menyatakan sebagai Keluarga Muhammadiyah DKI Jakarta dibawah komendo Syahrul Hasan mendeklarasikan dukungan untuk memperkuat kemenangan Anis-Sandi. Syahrul Hasan, koordinator tim ini menyatakan bahwa Relawan-MU Jakarta tak ada hubungan dengan struktur Muhammadiyah. Ini hanyalah tim ad hoc, ikhtiar warga Muslim, khususnya Muhammadiyah DKI Jakarta untuk menyatukan aspirasi politik dalam memilih gubernurnya.

Jauh hari sebelum PAN dan Relawan-MU masing-masing menyatakan dukungan, telah terbentuk pula Tim Relawan Matahari Jakarta sejak sebelum Pilkada putaran pertama. Relawan Matahari Jakarta adalah kumpulan orang yang mengaku aktivis Muhammadiyah dari berbagai generasi dan profesi yang bertekad untuk memperjuangkan Ahok-Djarot untuk memimpin Jakarta pada 5 tahun mendatang. Ketua Relawan Matahari Jakarta yakni Supriadi Djae dari NTT, sedangkan sekretarisnya yakni Ela Novita dari Jambi.

Muhammadiyah Tak Mendukung Pasangan Manapun

Meskipun berbagai elemen yang menyatakan dirinya keluarga Muhammadiyah dan mendukung calon tertentu, akan tetapi  PP Muhammadiyah menyatakan tak memberikan dukungan kepada calon manapun.

 Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegaskan, secara kelembagaan pihaknya tidak pernah mendukung pasangan calon (paslon) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sebab, Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah dan tidak pernah terlibat dalam politik praktis. “Kalau ada dukungan dari warga Muhammadiyah itu hanya bersifat personal saja dan bukan organisasi,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Mu’ti sikap politik Muhammadiyah dalam proses pilkada di seluruh daerah sudah dituangkan dalam himbauan PP Muhammadiyah. “Jadi urusan itu (pilkada) hak masing-masing individu Muhammadiyah,” tandasnya. (sp/red)