Mengenal Kegiatan MI Muhammadiyah Gonilan dengan “Inovasi Harga Mati”

Sangpencerah.id – Untuk mengisi jeda pasca Ujian Tengah Semester Genap, MI Muhammadiyah Gonilan, Kartasura, Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan penyegaran yang mengasyikkan, antara lain renang (15/3) , membuat keterampilan tangan (16/3) dan melakukan kunjungan ke Roti Ganep Tradisi Solo (16-17/3).

MIM Gonilan bertekad akan terus melakukan inovasi sekolah sebagai wujud untuk melangsungkan pendidikan yang berkemajuan. Sebab tanpa gerak inovasi pendidikan, sebuah sekolah akan “tertatih-merintih” dalam mewujudkan proses pendidikan berkemajuannya. Justru dengan program-program inovasi itulah, sekolah akan terlatih untuk merintis keberhasilan dan keberkahan dari proses pendidikan berkemajuan.

“Inovasi harga mati”, begitulah sepenggal kesan dari Ibu Diah selaku salah satu wali siswa yang kerap melihat program-program inovatif pendidikan MI Muhammadiyah Gonilan.

“Saya kira seneng ya. Karena anak-anak mendapatkan sebuah pengalaman yang mengasyikkan. Dan, perkembangan kedewasaan anak lekas tumbuh tatkala banyak kegiatan mendidik yang diadakan oleh sekolah”, ungkap Ibu Diah saat diwawancarai Tim Jurnalis Sekolah pada Jum’at, 17 Meret 2017.

Sementara itu, Ibu Nuriyah (wali siswa kelas 1 Fullday School) juga memberikan apresiasi terhadap “Bakery Visit” di Roti Ganep Solo.

“Acaranya bagus. Tampak ada upaya membangun program kreativitas di sekolah. Anak-anak bisa belajar memahami tentang berbagai pelajaran kehidupan yang langsung mereka lihat”, kata Ibu Nuriyah yang mendampingi anaknya dalam mengikuti program “outing kelas” di Ganep’s Solo.

Nila Masnuri Yunita, Kepala MIM Gonilan, bertekad selalu melakukan kegiatan yang mengasyikkan untuk siswa sehingga mampu menjadi sekolah dambaan masyarakat: “The Best Innovative School”. (sp/red)