Ahok Sambut Raja Salman, Soal Etika dan Hukum

sangpencerah.id – Raja Salman akhirnya menginjakkan kakinya di Indonesia ketika pesawat saudi airlines yang ditumpanginya mendarat di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, sesaat setelah menuruni pesawat dengan tangga eskalator yang dibawa khusus dari arab kemudian Raja Salman disambut oleh Presiden RI Joko Widodo kemudian Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dan Gubernur DKI Basuki Cahaya Purnama atau Ahok.

Menjadi sorotan dan pro kontra ketika Ahok ikut menyambut Raja Salman di Bandara, seperti yang kita ketahui akhir – akhir ini situasi politik dan hukum di negri ini diwarnai dengan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh AHok di Kepulauan Seribu yang kini sedang diproses di persidangan. Bagi sebagian besar ummat islam tanpa harus menunggu hasil putusan majelis hakim di benak mereka sudah meyakini bahwa Ahok telah terbukti bersalah melakukan penistaan atau penodaan Agama terkait pernyataannya tentang surat Al Maidah ayat 51

Bagi sebagian orang kehadiran Ahok menyambut Raja Salman dinilai sebuah sikap Pemerintah yang tidak etis dan tidak sensitif terhadap perasaaan ummat islam di Indonesia, bagaimana mungkin terdakwa Penista Agama diberikan karpet merah untuk menyambut Raja Salman sebagai salah satu simbol pemimpin Agama Islam di dunia penjaga dua kota suci ummat islam.

Namun Pemerintah juga punya alasan kenapa Ahok ikut menyambut Raja Salman karena secara hukum dan protokoler kenegaraan maka sudah sewajarnya Gubernur DKI Jakarta sebagai tuan rumah ikut menyambut tamu negara yang hadir di Jakarta terlepas status Ahok yang kini sebagai Terdakwa kasus penistaan Agama.

Di jagad media sosial pun lebih massif pro dan kontra kehadiran AHok menyambut Raja Salman, para akun buzzer Ahok pun seolah “merayakan” kehadiran Ahok yang menyambut Raja Salman sebagai sebuah kemenangan pencitraan Ahok padahal selama ini para pendukung Ahok dikenal sangat anti arab dan kerap melontarkan sindiran dan hujatan kepada hal – hal yang berbau arab.

Terus bagaimana tanggapan Raja Salman? sepertinya beliau tidak terlalu peduli terhadap siapa yang menyambut beliau di bandara selain Presiden RI tentunya, bagi sang Raja polemik soal Ahok tampaknya bukan menjadi concern Arab Saudi untuk ikut campur persoalan dalam negri di Indonesia.

Jadi ketika Raja Salman juga tidak begitu peduli dengan kehadiran Ahok, ya untuk apa kemudian kita menjadi “baper’ baik yang pro dan kontra soal Ahok menyambut Raja Salman , okelah soal hukum memang tidak ada larangan Ahok menyambut Raja Salman meskipun berstatus Terdakwa apalagi protokoler kenegaraan memang mengharuskan Gubernur ikut menyambut namun sekali lagi soal etika dan keberpihakan pemerintah terhadap penegakan hukum kemudian sensitifitas penguasa terhadap perasaan ummat islam akan semakin menjadi sebuah tanda tanya besar.

Saat ini bagi kita cukup menjadi tuan rumah yang baik kepada para tamu delegasi Saudi Arabia berjumlah ribuan yang hadir di Indonesia agar Raja Salman bisa menikmati kunjungannya di Indonesia (arief/redaksi)