Ustadz Adnin Armas Dijadikan Tersangka Terkait Donasi Ummat Islam

sangpencerah.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS) Adnin Armas menjadi tersangka. Adnin disangka melanggar UU Yayasan.

“Untuk Saudara Adnin dan BN kita mintai keterangan sebagai saksi. Saudara Adnin tersangka Undang-Undang Yayasan,” ujar Tito dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di kompleks gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Saat dimintai konfirmasi ulang di sela raker, Tito kembali menegaskan status tersangka Adnin Armas. Tito menyebut dugaan tindak pidana Adnin terkait dengan yayasan yang juga diusut dugaan tindak pidana dengan tersangka Islahuddin Akbar (IA).

Menurut UU Yayasan, dana yang dikelola oleh suatu yayasan tidak boleh dialirkan atau digunakan oleh pengurus yayasan. Dana tersebut hanya boleh digunakan untuk kepentingan sosial yayasan tersebut

“Iya, yang kasus yayasannya. Kan ada undang-undangnya,” jelas Tito di luar ruang raker.

Islahudin Akbar (IA) lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. IA disangka turut membantu mencairkan dana kepada pengurus Yayasan Keadilan untuk Semua.

Penetapan Tersangka ini semakin memperjelas upaya kriminalisasi oleh aparat mengingat dana sumbangan itu murni dari ummat islam untuk mendanai gerakan aksi 411 dan 212 dan telah melalui proses pertanggungjawaban, kalaupun ada kekeliruan hanyalah soal administrasi karena tidak ada pihak yang merasa dirugikan terhadap penggunaan dana tersebut, GNPF MUI hanya meminjam sementara rekening yayasan untuk meanmpung donasi ummat islam.

Profil Ustadz Adnin Armas, M.A., menyelesaikan pendidikan menengahnya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo tahun 1992 dan melanjutkan ke Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIA), dalam bidang Filsafat kemudian di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) bidang Pemikiran Islam (Islamic Thought). Kini, pria kelahiran Medan tahun 1972 ini menjabat sebagai Ketua Yayasan INSISTS Bina Tamaddun Islam, merangkap sekretaris MIUMI pusat dan Pemimpin Redaksi Majalah Gontor (redaksi/dtk)