Sudah Ada 4, Muhammadiyah Target Membangun 13 Klinik Apung

Klinik Apung Sahid Tuhuleley, Foto : Muchlas Arkanuddin (Ilustrasi)

SangPencerah.id-Mungkin  ini yang namanya berkah. Sebelum diresmikan kemarin, Klinik Apung Said Tuhuleley telah “beranak” dengan bergabungnya tiga unit klinik apung Kemanusiaan 1, Kemanusiaan 2 dan Kemanusian 3.

Klinik Apung Kemanusiaan 1 sudah dikirim ke Sorong, Kemanusiaan 2 dikirim ke Ternate dan Kemanusiaan 3 dalam proses penyelesaian di galangan di Surabaya. Rencananya Kemanusiaan 3 akan dioperasikan di Kalimantan Barat.

Ketiga kapal berbasis yach dengan bodi fibreglaas. Ukurannya sedikit lebih kecil dibandingkan Klinik Apung Said Tuhuleley. Namun fasilitas dan fungsinya sama persis.

Kabar baik tersebut berawal dari informasi pimpinan Lazismu Jawa Timur, Zainul Muslimin melalui Direktur Lazismu Eddy Suryanto, Kamis malam.  Namun kepastiannya baru disampaikan perwakilan AMCF di Indonesia, Abdul Basyit, sesaat sebelum peresmian Klinik Apung Said Tuhuleley dalam acara Tanwir Muhammadiyah, di Ambon, Jumat pagi.

“Kami berencana menyerahkan tiga unit kapal klinik apung sumbangan AMCF Dubai kepada Lazismu yang telah mendapat dukungan manajemen operasi dan teknik dari PT Samudera Indonesia,” kata Basyit didampingi Zainul Muslimin dari Lazismu Jawa Timur.

“Selekasnya akan kita lakukan pertemuan di Surabaya untuk merencanakan langkah teknisnya. Integrasi ini akan membuat target penyediaan 13 klinik apung yang ditetapkan PP Muhammadiyah semakin cepat terwujud,” jawab saya.

Dengan rencana tersebut, Lazismu perlu membentuk tim khusus untuk mengelola empat kapal apung. Nama timnya mungkin Klinik Apung Said Tuhuleley Management yang mengelola operasional seluruh klinik apung dari perencanaan hingga monitoring dan evaluasi program.

Menjawab keinginan AMCF tersebut, Komisaris PT Samudera Indonesia Ken Narotama menyampaikan kesiapannya.

“Terima kasih atas kepercayaannya yang besar kepada PT Samudera Indonesia. Kami akan memberi dukungan semaksimal mungkin agar karya sosial para pejuang zakat ini bisa berjalan sepanjang masa,” kata Ken.

Terima kasih kepada seluruh muzaki, donatur, mitra CSR dan masyarakat zakat Indonesia atas dukungannya (sp/rm)