Presiden Jokowi : Saya Cinta Muhammadiyah

SangPencerah.id– Jum’at Pagi (24/2), Presiden RI Ir. Joko Widodo bersama Kabinet Kerja, Ketua MPR, Ketua DPR, Panglima TNI dan pejabat tinggi negara lain turut menghadiri pembukaan Tanwir Muhammadiyah yang digelar di Islamic Center, Kota Ambon, Maluku.

Presiden Jokowi turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara tanwir yang ditandai dengan pemukulan alat musik tifa.

Presiden mengakui kebanggaannya dengan Muhammadiyah. “Dalam dua minggu ini saya ke ambon dua kali, karena saya cinta Muhammadiyah, saya cinta Maluku, Muhammadiyah organisasi yang memiliki banyak amal usaha”, ungkap Presiden sembari mamaparkan jumlah ribuan amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah.

Presiden merespon positif isu besar yang diangkat di Tanwir Muhammadiyah, yakni kedaulatan dan keadilan sosial. Presiden memaparkan tentang tingkat keadilan sosial yang benar-benar tidak merata, ia menceritakan tentang tingginya biaya hidup, biaya BBM, biaya bahan bangunan di daerah Wamena, Papua. Beluau¬† ingin berusaha semaksimal mungkin untuk meratakan kesejahteraan. “Saya ingin, harga di Papua sama dengan di Jawa. Di Jawa, BBM naik 500 rupiah saja demonya tiga bulan”, ujarnya.

Presiden juga menyoroti masalah Agraria, targetnya lahan-lahan produktif yang belum bersertifikat untuk segera disertifikatkan. Menyinggung masalah ekonomi, Presiden meramalkan pada 2045 nanti penduduk Indonesia mencapai 309 juta jiwa, dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.

Saat ini mayoritas penduduk Indonesia hanya lulusan SD, dan sedikit sekali yang memiliki skil yang bagus. Oleh karena itu Presiden mengharapkan kepada Mendikbud untuk memperkuat pendidikan vokasi. “Sekolah-sekolah vokasi harus memiliki lebih banyak pengajar-pengajar yang memiliki keahlian khusus, bukan lebih banyak¬† pengajar-pengajar untuk pelajaran normatif, sehingga bisa menghasilkan lulusan-lulusan hadal”, ujar Presiden menambahkan.

Diakhir penutupan sambutan, Presiden merasa yakin Muhammadiyah akan benar-benar konsisten dan terus-menerus dalam mengawal bangsa. Khususnya dalam memberikan pendampingan dan kepedulian kepada kaum miskin dan lemah (sp/red)