Ponpes Muhammadiyah Shabran Gelar Dauroh Tahfizh Al-Qur’an

Sangpencerah.id – Menghafal Al-Qur’an termasuk ibadah yang memiliki banyak keutamaan di dunia dan di akhirat. Kegiatan menghafalkan Al-Qur’an, jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan bukan untuk mengharapkan pujian di dunia, adalah salah satu ciri orang yang berilmu menurut standar Al-Qur’an.

Keutamaan dan pahala untuk para penghafal Al-Qur’an sangat besar dan menarik. Banyak muslim yang berhasil menggapainya dengan menjadi seorang Hafizh dan Hafizhah, tetapi juga sangat banyak dari umat muslim yang masih dalam sebatas mewacanakannya. Inginnya muluk-muluk bisa hafal 30 Juz, tapi malas dan enggan berusaha dengan mengemukakan alasan klasik: tidak punya waktu. Apalagi ujian berat akan dialami oleh seorang mahasiswa lantaran godaannya sebagai pemuda sangat banyak.

Dengan latar belakang itu, Pondok Shabran dan Masjid Syarif Makamhaji Kartasura mengadakan Dauroh Tahfizh Al-Qur’an Angkatan I pada tanggal 27 Januari – 10 Februari (15 hari) dengan target hafalan 5 juz. Dauroh Tahfizh Al-Qur’an dilaksanakan oleh Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerjasama dengan Pondok Kader Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran-UMS.

Syamsul Hidayat, selaku Kepala Program Studi IQT, mengaku senang, bangga dan optimistis bisa terus mencetak mahasiswa IQT yang memiliki hafalan Al-Qur’an yang mumpuni.

“Tujuan kegiatan Dauroh ini untuk mendorong mahasiswa IQT agar mampu menghafalkan Al-Qur’an minimal 5 juz sebelum mengajukan skripsi. Dan, saya cukup bangga karena Angkatan I ini dengan peserta 25 orang, 1 orang melebihi target 5 juz (8 juz); 6 orang selesai 5 juz; 6 orang selesai 4 juz, selebihnya dibawah 3 juz”, terangnya.

Sementara itu, bagi mahasantri Pondok Hj. Nuriyah Shabran diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan lulusan kader ulama dan pemimpin Muhammadiyah yang memiliki banyak hafalan Al-Qur’an serta sanggup memasyarakatkan Hifzhul Qur’an, khususnya bagi warga Muhammadiyah sehingga mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Saya berharap kepada peserta Dauroh Tahfizh untuk selalu menjaga hafalannya dengan gemar muraja’ah, dan mereka harus menjadikan Al-Qur’an sebagai tadzkirah dlm kehidupannya sehingga orang tersebut memiliki ketakutan yang dahsyat kepada Allah Swt. sebagaimana yang difirmankan Allah Swt. dalam surat Thoha ayat 2 dan 3”, pesan Direktur Pondok Hj. Nuriyah Shabran-UMS, Jazuli Al-Demaky.

Lebih lanjut, kegiatan Dauroh Tahfizh ini direncanakan akan dilaksanakan setiap semester sekali pada saat liburan semester dengan paket yang sama, yaitu 15 hari 5 juz untuk putra dan putri. Para calon peserta yang berminat mengikuti kegiatan Dauroh pada angkatan selanjutnya bisa langsung mendaftarkan dan menyiapkan diri dari sekarang.

“Dauroh Tahfizh Al-Qur’an tersebut dibuka untuk umum, baik mahasiswa IQT UMS maupun mahasiswa lainnya, dan masyarakat umum yang berminat. Bagi yang siapa saja yang berminat, pendaftaran sudah dibuka mulai saat ini”, papar Syamsul.(sp/red)