Komandan KOKAM : Ahok Tak Berkutik Atas Kesaksian Ketum MUI

Sangpencerah.id – Sejak awal persidangan mendengarkan kesaksian Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, berbagai pertanyaan dari PH terdakwa terkesan disampaikan berulang-ulang dan ada benerapa yang diluar konteks dakwaan. Maka tak ayal sidang ke 8 ini memecahkan rekor kurang lebih 7 jam hanya untuk mengorek kesaksian Ketua MUI, Selasa (31/01).

“Berdasarkan pengamatan saya dalam persidangan ini berkali-kali KH Ma’ruf Amin menolak menjawab pertanyaan karena sudah beberapa kali diterangkan pada penanya sebelumnya dan hal ini dibenarkan ketua Majelis Hakim dengan mengingatkan para Penasehat Hukum tersebut agar mencatat kesaksian yang sudah disampaikan agar tidak berulang, terkesan Beberapa PH terdakwa tidak menguasai materi dakwaan dan substansi persoalan kesaksian saksi”, ujar Mashuri Masyhuda, Komandan Nasional KOKAM yang ikut menyaksikan persidangan.

Mashuri menyebutkanbeberapa pertanyaan terindikasi ada desakan kepada saksi untuk menyatakan pendapat terkait beberapa hal, padahal dalam persidangan saksi mempunyai hak-hak yg dilindungi undang-undang seperti “Berhak untuk memberikan keterangan tanpa tekanan dari siapapun atau dalam bentuk apapun (Pasal 117 ayat (1) KUHAP)”

Juga saksi berhak menolak menandatangani berita acara yang memuat keterangannya dengan memberikan alasan yang kuat (Pasal 118 KUHAP); Serta saksi Berhak untuk tidak diajukan pertanyaan yang menjerat kepada saksi (Pasal 166 KUHAP).

Kesaksian Ketua MUI ini menurut saya kesaksin kunci karena Pendapat Keagamaan MUI menjadi salah satu alat bukti yang kuat dan memenuhi unsur pidana yang menjerat terdakwa, sehingga ada indikasi mencari-cari kelemahan Pendapat Keagamaan itu agar Penasehat Hukum bisa minimal meringankan hukuman terdakwa. ┬áSecara keseluruhan “mereka” tidak berhasil menemukan celah yang signifikan yang dapat melemahkan pendapat keagamaan itu.

“Menurut kami jika sudah ada 2 alat bukti yang sah dan setidaknya lebih 10 saksi pelapor, sudah cukup untuk lanjut ke tahap proses hukum berikutnya, mungkin sudah bisa di Tahan”, tambahnya.(sp/red)