Haedar Nashir Motivasi Peserta Muhammadiyah Scholarship Preparation

sangpencerah.id – Ketika kita ingin melihat Muhammadiyah 20 tahun kedepan, seharusnya perlu untuk menerawang ke depan dimana kehidupan sosial masyarakat sudah berubah menjadi masyarakat modern yang maju dan berkeadaban. Pandangan optimislah yang perlu Muhammadiyah gunakan untuk merubah keadaan masyarakat Indonesia. Tatanan sosial yang berubah bisa disebabkan oleh banyak sekali faktor, khususnya karena perkembangan sains dan teknologi yang sangat cepat mulai merubah cara berpikir manusia menjadi semakin efisien. Inilah yang perlu disadari sebagai tantangan bagi kader muda Muhammadiyah 20 tahun kedepan.

Hal ini disampaikan Dr. Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah saat berdialog dengan 26 orang peserta Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) angkatan 1 tahun 2017 di Aula Pusat Pengembangan Muhammadiyah, Kaliurang, Yogyakarta pada Senin pagi (6/2/2017).

Muhammadiyah 20 tahun kedepan sangat ditentukan oleh pembinaan karakter kader hari ini. “Oleh karena itu, kader muda harus mempunyai semangat untuk maju. Menjadi pribadi unggul yang mempunyai kehormatan, integritas, untuk menuju khaira ummah. Pupuk potensi diri dan terus ukir prestasi demi aktualisasi diri”, ungkapnya.
Ada beberapa tips bagi kader muda Muhammadiyah yang perlu menjadi perhatian. “Ketahuilah bidang yang akan anda geluti. Bagaimana mungkin akan menjadi ahli di bidang tertentu jika tidak fokus. Karena semakin maju masyarakat mengandung konsekuensi bahwa masyarakat semakian efektif, sehingga keahlian dalam bidang tertentu harus dikuasai”, jelasnya.

Ketum PP Muhammadiyah juga mengapresiasi kader muda Muhammadiyah yang berkiprah di berbagai bidang. “Terus bangun karakter dan etos diri. Hal ini tidak terbatas pada aspek pendidikan formal saja, tetapi bisa lebih dari itu. Di samping itu juga, kader Muhammadiyah harus berjiwa sosial dan berkhidmat untuk kemanfaatan orang banyak,” tutupnya.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta MSPP asal Sulawesi Selatan, Achmad Zulfikar merespon pernyataan Ketum PP Muhammadiyah. Ia sangat mengapresiasi motivasi yang diberikan dan memaparkan rancangan idenya untuk dijalankan bersama sebagai kader muda Muhammadiyah yang tergabung dalam MSPP angkatan 1.

“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan motivasi yang luar biasa dari ayahanda, saya bermaksud mengajukan rancangan Caturdharma MSPP yang terdiri atas empat bidang yakni Al-Islam dan Kemuhammadiyah, Pendidikan dan Pengajaran, Riset dan Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat. Semoga rancangan ini dapat menjadi panduan bagi kami untuk berkontribusi di Abad Kedua Muhammadiyah,” ungkap alumni Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin yang akan melanjutkan program Doktoral ke Inggris.

MSPP merupakan program dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh (Lazis) Muhammadiyah. Peserta terdiri atas 26 orang kader Muhammadiyah yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Achmad Zulfikar (Sulawesi Selatan), Ahmad Muzakkir Mahbub (Banten), Andri Pranolo (DI Yogyakarta), Arif Widodo (Jawa Tengah), Budi Santoso (Jawa Tengah), Desfa Yusmaliana (Bangka Belitung), Heidy Diana (Jawa Tengah), Imraatul Mudzakkirah (Jawa Timur), Isnaya Arina Hidayati (Jawa Tengah), Kurnia Adi Permana (Jawa Tengah), Malim Muhammad (Jawa Tengah), Muhammad Fachri (Sulawesi Selatan), Nada Elmaula Mayasari (DKI Jakarta), Ulfatul Muflihah (Kalimantan Timur), Nurul Aisyah (Jawa Tengah), Rahman Efendi (Sulawesi Selatan), Rahmat Suprapto (Jawa Tengah), Septia Ayu Pratiwi (Jawa Timur), Sirojjuddin (Papua Barat), Siti Arifah (Jawa Tengah), Sobiatun (Jawa Tengah), Sukrisno (Jawa Tengah), Suryansyah (Sulawesi Barat), Syifa Zia Rahmah (DI Yogyakarta), Trendi Adzan Wahyudi (Papua Barat) dan Waskito Wibowo (DKI Jakarta).

Reporter: Arif Widodo