Din Syamsuddin Tantang Kapolri Bongkar Kasus Rekening Gendut Polisi

Sangpencerah.id – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr Din Syamsudin mengaku terusik hatinya ketika ada aktivis muslim yang dikriminalisasi dengan tuduhan yang tidak berdasar.

Hal itu, terkait kasus yang menimpa Adnin Armas, Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, yang kabarnya dijadikan tersangka oleh kepolisian atas kasus dana infaq umat Islam kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang dihimpun menggunakan rekening yayasan yang diketuainya.

Din menilai, Polri sudah melampaui batas. Ia pun menantang kepolisian untuk tidak pilih kasih dalam membongkar kasus serupa.Kalau mau dibongkar semuanya. Kita bisa kasih kasusnya, seperti uang Teman Ahok, atau rekening gendut Polri. Atau apa, kalau mau ayo bongkar semuanya,” ucap Din di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (23/02/2017).

Ia mengungkapkan, pilihannya hanya dua, bongkar semua kasus serupa tanpa pilih kasih. Atau hentikan kasus tersebut.“Saya berharap itu tidak dilanjutkan oleh Polri. Agar tidak menambah sesak dada umat Islam dengan ketidakadilan,” ujarnya.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mewanti-wanti, bahwa jika aparat berlebihan menegakkan hukum, apalagi sampai tidak adil. Semua itu akan kembali ke dirinya sendiri. “Saya berharap Polri jernih melihat ini,” tandas Din.

Sementara diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani juga telah mempertanyakan sikap kepolisian yang terkesan tebang pilih dalam proses penegakan hukum. Dalam hal ini terkait penyelidikan kasus pengumpulan dana publik ke Yayasan Keadilan Untuk Semua.

“Secara terbuka ada pertanyaan dari masyarakat, kenapa kok yang kemudian yang disidik dana publik termasuk yayasan keadlian untuk semua. Mengapa dana publik yang dikumpulkan sebut saja Teman Ahok itu sidik atau tidak itu juga menjadi pertanyaan publik juga,” kata Arsul dalam raker Kapolri dengan Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Rabu (22/2).(hid/sp)