Hajriyanto Thohari : Menuduh Islam Tidak Toleran, Berarti Buta Sejarah

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu

Sangpencerah.id – AhadĀ (22/1) kemarin, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Jakarta Selatan, menggelar pengajian dhuha rutin yang ke-9 di masjid At Taqwa Pondok Labu. Sejatinya pengajian ini diselenggarakan pada bulan November lalu sekaligus memperingati Milad Muhammadiyah dan Tasyakuran 1 Tahun Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, ungkap Prof.Din Syamsuddin dalam sambutannya.

Pak Hajriyanto Y Thohari (HYT) mendapat kesempatan pertama sebelum dilanjutkan dua ustadzah Hj. Anisia Kumala Lc, M.Si dan Hj. Astri Ivo. Dengan gaya yang khas Kyai HYT sapaan akrabnya menyampaikan ceramah diantaranya tentang “islam dan toleransi”, islam pada masa Bani Umayyah sekitar abad ke 7 sudah mengakomodir kebebasan memeluk agama kepada masyarakat saat itu, bahkan beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama yang disiapkan oleh Allah SWT untuk menyambut kebhinekaan, multikultural, dan segala bentuk kemajemukan seperti saat ini. Jadi kalo ada yang berkomentar miring bahkan “mengajari” islam tentang toleransi dan menuduh islam tidak toleran itu hal yang lucu dan tidak paham sejarah.

Ustadzah Hj. Anisia Kumala memaparkan pentingnya optimisme ditanamkan dalam kehidupan ummat islam, dengan mengutip ungkapan Sayyidina Ali RA tentang orang-orang yang beruntung jika kehidupannya hari ini lebih baik daripada hari sebelumnya, orang yang merugi jika kehidupannya hari ini sama dengan hari kemarin, dan orang yang celaka jika hari ini kehidupannya lebih buruk daripada hari sebelumnya.

Ustadzah Hj Astri Ivo menyampaikan tausiah yang menyejukkan dengan menyampaikan pentingnya pendidikan dan akhlak mulia diajarkan dalam Rumah Tangga, ayah dan ibu sangat penting untuk memberikan keteladanan dalam rangka mempersiapkan anak-anak untuk tumbuh dewasa dan bertanggungjawab kelak sebagai orang tua juga. Faktor komunikasi dan keteladanan adalah hal yang mutlak untuk dapat mengajarkan nilai-nilai keislaman dalam Rumah Tangga.

Pengajian dhuha ini dihadiri ratusan jamaah dari Ranting pondok labu, dan beberapa aktivis ortom sampai tingkat pusat. Kegiatan pengajian ini penting untuk terus diselenggarakan apalagi diakhir pengajian Pak Din Syamsuddin menegaskan akan mendorong Gerakan ekonomi di Ranting dengan mendirikan Koperasi Syariah Serba Usaha dan akan segera membuka ritel MBC Muhammadiyah Bisnis Center dengan berbagai platform bisnis yang siap disinergikan.

Sebagai mantan Ketum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, langkah-langkah yang digerakkan oleh Bang Din di ranting adalah sebuah keteladanan yang patut dicontoh oleh pemimpin ummat dan bangsa disaat tidak lagi menduduki posisi sebagai pejabat publik, kami melihat BD, sapaan akrab Pak Din dikalangan aktivis AMM sangat menikmati memimpin Ranting Muhammadiyah dengan segala tantangannya.(sp/red)