Home Kabar Persyarikatan Pendidikan Ukir Prestasi Nasional, SMA Muhammadiyah Toboali Harumkan Bangka Belitung

Ukir Prestasi Nasional, SMA Muhammadiyah Toboali Harumkan Bangka Belitung

SangPencerah.id–  Sekolah Muhammadiyah benar-benar hebat dalam kompetisi ilmiah, tidak hanya Kepala SMA Muhammadiyah Jayapura yang berhasil meraih juara I, (baca: Kepala SMA Muhammadiyah Jayapura raih Juara I Nasioanal), prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh kepala sekolah unggulan di Bangka Belitung.

Supiandi Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Toboali berhasil menembus prestasi nasional dengan menjadi pemenang 3 dalam simposium guru dan tenaga kependidikan tahun 2016 akhir November lalu. Prestasi ini tidak hanya membanggakan Muhammadiyah, tapi juga mengharumkan “negeri laskar pelangi”, Bangka Belitung.

(menarik dibaca: Ikuti Jejak Laskar Pelangi, Marching Band STIKIP Muhammadiyah Berjaya di Bangka Belitung )

supiandi-kepala-sekolah-sma-muhammadiyah-toboali_20161205_192749Artikelnya yang berjudul “Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah dengan Program Kata” mampu mengalahkan 3.382 artikel yang berasal dari seluruh Indonesia. “Makalah ini berisi inovasi terkait masalah kependidikan yang dituangkan dalam bentuk artikel, dan saya menyoroti pentingnya literasi,”papar pria kelahiran Gadung 11 Februari 1979 ini.

Kendati baru pertama kali mengikuti lomba dirinya langsung mendapat juara 3 nasional, hal ini memacu semangatnya untuk menjadi lebih baik lagi ke depan.

“Alhamdulilah baru pertama kali ikut lomba dan menang, kemenangan ini diniatkan untuk beribadah kepada Allah, mudah-mudahan kedepan menjadi lebih baik lagi dan tentunya akan selalu berkarya dan berkarya,”ujar ayah dari M Habib dan Sulianida Fasya ini .

Selama 14 tahun mengajar ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan, ia masih ingat betul bagaimana perjalanan dirinya dalam meraih prestasi ini.

“Pertama kalinya lomba harus bersaing dengan tiga ribu lebih orang ya saya niat Bismillah saja karena memang baru pertama kali ikut, alhamdulilah menjadi salah satu dari 200 finalis yang diundang untuk mempresentasikan karya saya,”paparnya.

Dari 200 finalis ini, lanjut Supiandi ia masuk 10 besar dan kemudian mempresentasikan karyanya kepada 16.000 guru .

“Mereka ini adalah guru-guru berprestasi, juara olimpiade nasional dalam berbagai mata pelajaran setelah itu presentasi di hadapan seluruh kepala sekolah yang diundang,”paparnya.

Tidak mudah bagi dirinya untuk bersaing dengan ratusan orang, namun tekad dan niat yang kuat menjadikannya terus berjuang meraih kemenangan.

“Alhamdulilah saya bisa meraih juara 3 di kelas tenaga pendidikan,bersukur sekali bisa ikut menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan pendidikan,”tutupnya. (sp/ta)