Sebut Peserta Aksi Damai Calon Teroris, IMM Kaltim Tuntut Gubernur Minta Maaf

Aksi IMM Kalimantan Timur

SangPencerah.id- Beragam polemik hadir sampai daerah, karena imbas tentang penistaan agama yang terjadi di Ibu Kota Jakarta. Aksi ini terus berlanjut hingga kepelosok daerah. Menuntut agar dilakukannya proses hukum yang adil.

Tidak ketinggalan dengan Samarinda, sebagai Ibu Kota Kaltim. Samarinda yang merupakan pintu gerbang pemerintahan, tidak luput juga menjadi titik aksi dalam mengawal fatwa MUI. Namun dalam kesempatan lain, demi meredam aksi massa yang terus bergejolak Gubernur Kaltim, Awang Faroek, berkata bahwa yang mengikuti demo di Jakarta adalah calon teroris.
Hal ini yang menyebabkan keperihatinan Aktivis IMM dalam menggelar aksi cinta. Aksi ini dimaksudkan dalam menanggapi pernyataan yang di sampaikan Gubernur.

Puluhan Aktivis IMM menyampaikan emosi cintanya di depan halaman Kantor Gubernur (30/11). Semua ini tak perlu terjadi manakala kita saling menghormati dan menghargai antar sesama. “Kami menyesalkan ucapan Gubernur yang mengatakan calon teroris bagi masyarakat Kaltim yang mengikuti aksi di Jakarta. Padahal aksi ini dilindungi oleh undang-undang. Seruan ini kita sampaikan dalam bentuk cinta kami kepada Pak Awang, agar selaku Gubernur Kaltim fokus saja untuk menyelesaikan permasalahan banjir, kemiskinan, dan kesehatan di Kaltim,” tegas Zainudin dalam menyampaikan pendapat. Aksi ini berjalan dengan damai. Dilanjutkan dengan massa aksi yang bergerak ke halaman Tepian Mahakam untuk melanjutkan diskusi.(sp/ja)