Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Pembubaran Kebaktian Natal Sabuga

sangpencerah.id – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyesalkan pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sabuga ITB, Bandung, tadi malam.

Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, alasan bahwa banyak persyaratan administrasi yang belum dipenuhi, seharusnya bisa diselesaikan dengan baik oleh para pihak bersangkutan, terutama pemerintah daerah. “Apalagi kegiatan KKR tersebut kabarnya setiap tahun memang diselenggarakan ditempat itu. Umat beragama harus terbiasa dan membiasakan diri membangun dialog antar umat beragama dan berperilaku adil dan berkeadilan dan pemerintah harus berdiri menegakkan keadilan itu,” ujar Dahnil dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Menurut Dahnil, Islam bersikap tegas dan terang terkait dengan kebebasan beribadah dan keimanan orang lain dan tidak pernah memaksakan keimanan seseorang. Dia karena itu menilai pemaksaan dan pembatasan kebebasan beribadah sejatinya adalah bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

“Bahkan Rasullulah melarang umat Islam menyakiti umat lain, karena mereka yang melakukan itu kelak akan menjadi musuh Rasullulah di hari akhir,” ujar Dahnil.

Dia mengingatkan, sikap toleransi yang otentik adalah watak bangsa Indonesia, yang mengedepankan tradisi dialog dan tradisi hukum bila ada yang tidak berkesesuaian dan tidak berkeadilan.

“Penting sekali pemerintah daerah menjadi mediator dialog dengan pihak yang berusaha membubarkan acara KKR tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang mengancam merusak toleransi beragama kita,” ujarnya.

Pemuda Muhammadiyah karena itu meminta aparat penegak hukum terutama kepolisian bersikap terang dan tegas bila ada yang bertindak anarkis dan mengancam.

“Organisasi masyarakat apapun harus menghormati hukum dan tidak melakukan tindakan sepihak pembubaran ibadah kelompok lain karena efeknya, buruk. Akan terjadi upaya anarkis yang saling menegasikan terkait dengan acara-acara kelompok tertentu yang tidak disetujui dengan cara-cara yang serupa,” katanya.(red/sp)