Pemuda Muhammadiyah : JPU Harus Patahkan Eksepsi Terdakwa Ahok

Perwakilan Pemuda Muhammadiyah

Sangpencerah.id – Sidang Kedua kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan dilanjutkan hari ini Selasa (20/12),

Sidang kali ini dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan (eksepsi) terdakwa (Ahok) dan penasehat hukumnya.

“Sebagai pelapor kami berharap dalam persidangan besok JPU memberikan jawaban-jawaban yang dapat mematahkan eksepsi terdakwa dan penasehat hukumnya. JPU jangan menciderai rasa keadilan, dengan jawaban yang lemah atas unsur dan dalil dalil pasal 156a KUHP”, tegas Pedri Kasman sebagai pelapor dari PP Pemuda Muhammadiyah.

Ketika kejaksaan menyatakan kasus ini P21 berarti JPU sudah yakin bahwa kasus ini memenuhi unsur pidana penistaan agama, karenanya JPU harus meyakinkan majelis hakim dengan memberikan argument hukum yang kuat. Kami yakin JPU akan melakukan itu. JPU adalah wakil pelapor dan masyarakat pencari keadilan yang sangat mendambakan penegakan hukum dalam kasus ini. 

“Saat Ini Harapan Keadilan untuk menghukum Ahok ada di JPU, maka JPU harus menggunakan semua kompetensi mereka untuk memastikan tuntutan pelapor terwakili dengan baik, bila tidak JPU bisa dianggap justru mengkhianati Publik yg melaporkan”, lanjut sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini.(sp/red)