DPR RI : Sangat Disayangkan, Jurnalis Ditangkap Seperti itu

Ranu Muda

Sangpencerah.id – Anggota Komisi III DPR RI menyayangkan langkah aparat kepolisian yang menahan jurnalis media Islam Ranu Muda Adi Nugroho, dengan tuduhan melakukan propaganda dalam penggerebekan kafe Social Kitchen.

“Kita ini punya kebebasan dalam berpendapat yang diatur dalam Undang-undang Dasar, sehingga insiden penangkapan kemarin itu sangat disayangkan,” kata Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafii, Rabu (28/12).

Menurut legislator yang akrab disapa Romo itu, polisi tak sepatutnya memperlakukan Ranu yang menjalankan profesi sebagai wartawan saat peristiwa penggerebekan Social Kitchen. Dia menambahkan bahwa jika ranu melakukan kesalahan dalam pemberitaannya, seharusnya jurnalis media Panjimas.com itu cukup dengan ditegur.

“Juga yang merasa dirugikan bisa meminta hak jawab dalam media yang sama, namun hal itu kenapa tidak dilakukan,” ujar Syafii.

Menurut anggota Komisi III yang juga Ketua Pansus Revisi RUU Terorisme itu, sikap polisi tersebut didorong oleh posisinya yang makin powerfull. Karenanya, lanjut Syafii, aparat mulai mengabaikan peraturan yang ada.

“Saya melihat sekarang polisi sudah mulai represif,” tandas Syafii.

Ranu ditahan pihak kepolisian atas tuduhan terlibat dalam tim propaganda dalam aksi penggerebekan kafe Social Kitchen. Dalam aksi itu Ranu sebenarnya tengah menjalankan tugas tugas sebagai jurnalis. Terkait kasus Social Kitchen, polisi juga menahan sejumlah aktifis Islam yang dikenal aktif melakukan amar makruf nahi munkar.(sp/kiblat)