Dihambat Peraturan Ibu Menteri, Semangat Ibu-Ibu Aisyiyah Tak Pernah Mati

RS PKU Aisyiyah Jepara

SangPencerah.id–  Berada diujung utara pulau Jawa , Jepara sangat kita kenal dengan  ciri khas ukiranya yang mendunia. Karimunjawa di ujung utara juga tak bisa kita lepaskan dari daerah ini. Secara politik daerah Jepara sangat unik. Sejak orde baru hingga era reformasi saat ini, PPP, partai berlambang ka’bah tak pernah goyah, tetap eksis didaerah ini. Mayoritas masyarakat Jepara beragama Islam. Seperti didaerah Pantai Utara Jawa yang lainnya, masyarakat Jepara kebanyakan merupakan warga Nadhliyin. Muslimat sebagai salah satu ortom NU pun menjadi organisasi wanita terbesar di tanah kelahiran RA.Kartini ini.

Meskipun NU sangat dominan didaerah ini, hubungan antara NU dengan Persyarikatan Muhammadiyah terjalin sangat baik. Bahkan saat Idul Fitri Juli yang lalu, kedua ormas ini menggelar halal-bihalal bersama di Pendopo Kabupaten. Kedua ormas pun saling anjang sana,  bersilaturahmi antara satu dengan yang lain.

(baca : Muhammadiyah NU Bertemu, Bersatu Membangun Jepara)

Proses Pembangunan
Progres Pembangunan Saat Ini

Kiprah “Matahari” dipesisir utara Jawa ini juga sangat mengagumkan. Dari puluhan amal usaha Muhammadiyah di Jepara, salah satu  yang paling membanggakan adalah amal usaha kesehatan. Saat ini Muhammadiyah Jepara memiliki 1 Rumah Sakit yang terletak di Mayong, sedangkan Aisyiyah juga memiliki Rumah Sakit di Kecamatan Kota Jepara.

Dari jumlah, jamaah ibu-ibu Aisyiyah ini memang sangatlah kecil bila dibandingkan dengan Muslimat yang sangat mayoritas. Meski begitu, bergerak bersama-sama dalam ukhwah Islamiyah, Ibu-Ibu Aisyiyah juga tak lelah untuk terus berkhidmat untuk umat. Salah satunya dengan mengembangkan amal usaha kesehatan.

Mengenai rumah sakit Aisyiyah, Pada Tahun 1980’an masih berupa Rumah Bersalin. Keberadaan rumah sakit bersalin ini mendapat respon positif dari masyarakat. Lambat laun diperjalanan waktu,  pada Tahun 2008 berubah menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak  Siti Khodijah. Rumah Sakit ini memiliki fasilitas rawat inap hingga kamar bedah.  Pada Tahun 2011 proses perijinan rumah sakit ini  terus diperjuangkan.

Ditengah perjuangan yang begitu berat, muncul lagi Peraturan dari Menteri Kesehatan   yang sangat merugikan.  Ketika  rumah sakit  yang semula RSIA ingin berganti menjadi RS PKU Aisyiyah, ternyata peraturan dari menteri kesehatan itu semakin mempersulit. Rumah Sakit ini akan diturunkan menjadi Klinik Pratama. Tentu saja ini sangat merugikan, karena tentu akan menghilangkan beberapa fasilitas yang telah tersedia.

Peninjauan oleh Plt. Bupati
Peninjauan oleh Plt. Bupati

Untuk mempertahankan statusnya, rumah sakit ini pun diwajibkan untuk mengurus perizinan dari awal, seperti mendirikan rumah sakit baru.

“Walaupun kami terus dihambat peraturan menteri, kami tak patah semangat. Kami memiliki modal semangat, sumber daya manusia yang disiplin. Hanya memang, secara fisik dirumah sakit kami memang kurang, tapi kini terus kami kembangkan dan perbaiki.”, ujar Sri Rahayu S.Kep.Ns,, Kepala Bidang Pelayanan Medis RS PKU Aisyiyah Jepara.

Pejuang Rumah sakit inipun terus berjuang untuk tetap bertahan menjadi Rumah Sakit bertipe D. Berbagai tampilan fisik  gedung diperbaiki, selain itu penyediaan  fasilitas IPAL dan  Radiologi juga terus disediakan.

Audiensi dengan Plt. Bupati Ikhwan Sudrajat
Audiensi dengan Plt. Bupati Ikhwan Sudrajat

Aisyiyah Kabupaten Jepara, sebagai pemilik AUM Kesehatan juga tak tinggal diam. Aisyiyah ingin rumah sakit milik ormas perempuan ini terus berkembang, tak kalah dari RS Aisyiyah ditempat lainnya. Bergotong royong membangun gedung hingga menemui Bupati untuk mempermudah perizinan tak henti dilakukan. Bupati mun merespon positif dan salut atas kegigigan Ibu-Ibu yang terus semangat mengembangkan fasilitas kesehatan.

(baca : RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri Bersiap Dirikan Gedung 6 Lantai dan Pusat Bisnis)

Melihat kiprah Aisyiyah hingga Muhammadiyah dalam mengembangkan AUM kesehatan, ormas dengan jamaah mayoritas ditempat ini yakni Nahdlatul Ulama  pun belajar darinya.  Aisyiyah pun tak enggan untuk berbagi Ilmu, apalagi bagi sesame umat islam. (sp/aj)