Beni Pramula, Mantan Ketum DPP IMM Diperiksa Polisi dengan Tuduhan Makar

Sangpencerah.id – Pemanggilan mantan ketua umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Beni Pramula, ke Polda Metro Jaya pada kamis, 15 Desember 2016 besok direspon oleh Koordinator Nasional Forum Komunikasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) dengan menyiapkan pendamping hukum.
Rapat khusus Kornas yang digelar pada Rabu sore, 14 Desember 2016 mempercayakan Najamuddin Lawing, SH selaku Ketua Bidang Hukum Kornas Fokal IMM, sebagai ketua Tim Advokasi untuk mendampingi Beni Pramula yang dipanggil polisi selaku saksi dugaan makar dalam turbulensi politik Indonesia belakangan ini.

“Najamuddin Lawing memastikan sejumlah alumni IMM yang berprofesi sebagai advokat akan mendampingi Beni Pramula memenuhi panggilan polisi pada Kamis besok pukul 14.00 WIB. Tim hukum alumni IMM ini, bahkan sudah bersiap untuk menyusun 1000 kuasa hukum jika status Beni Pramula ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka.” Kata Najamuddin Lawing selaku ketua Tim Advokasi Beni Pramula usai menggelar rapat untuk merespon tuduhan makar kepada Beni Pramula di Jakarta seperti yang diberitakan Indonesiakita, Rabu (14/12)

Berdasarkan keterangan Tim Media Kornas Fokal IMM, selain didampingi setidaknya ada 20 orang praktisi hukum, kedatangan Beni Pramula besok juga akan ditemani sejumlah mantan pengurus IMM di masa kepengurusannya, beberapa pengurus inti Kornas Fokal IMM, serta pengurus IMM aktif.

“Sejauh ini Sekjen Kornas Fokal IMM, Azrul Tanjung, mendukung langkah kooperatif Beni Pramula dan mengharapkan polisi bertindak profesional. Azrul juga menyayangkan langkah polisi yang mendugakan pasal makar pada sejumlah tokoh politik, dan mensinyalir ada desain besar dibalik tudingan makar itu. Menurut Azrul, oposisi non-parlemen merupakan sesuatu yang lumrah dalam iklim demokrasi, apalagi jika itu dilakukan sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang secara historis dilakukan komponen muda dan mahasiswa.” Ungkap Azrul dalam Press Release.(sp/red)