Tahun 2017, Muhammadiyah Jateng Bertekad Mendirikan Perusahaan Air Minum

Air minum resmi Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-47 (ilustrasi)

SangPencerah.id– Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PMW) Jawa Tengah Haeruddin mengatakan, untuk mengintegrasikan kekuatan ekonomi Muhammadiyah akan fokus dalam mensinergikan pengembangan bisnis disektor riil dan keuangan. Untuk itu identifikasi dan data base sektor-sektor riil di Jawa Tengah antar kabupaten dan kota madya perlu dibuat khusus, sehingga akan memudahkan dalam mengembangkan program perioritas bisnis.

Untuk menopang itu semua, sektor keuangan harus juga dibangun untuk memperkuat bisnis. Apalagi saat ini implementasi undang – undang no 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro dan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa.

“Terkait dengan itu, PWM Jawa Tengah akan mendorong terbentuknya Baitut Tanwil Muhammadiyah (BTM) dan BPRS ditiap tiap daerah,” ujar Haeruddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/10).

Pada 2017, MEK dan Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Jawa Tengah akan membuat perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang merknya khusus dan distribusikan ke daeah-daerah Jawa Tengah. Hal ini merupakan langkah konkrit dalam implementasi bisnis.

Sementara Ketua JSM Pusat, Bambang Wijonarko mengatakan, dalam mengembangkan pilar ketiga Muhammadiyah harus dilakukan secara komperehensif dengan melibatkan semua pelaku ekonomi Muhammadiyah. JSM yang merupakan jejaring para pelaku bisnis Muhammadiyah akan siap membangun interaksi program ekonomi Muhammadiyah. Dengan demikian, JSM sekaligus mengimplementasikan ekonomi konstitusi yakni dari, untuk dan oleh rakyat.

Menurut Bambang, potensi ekonomi Muhammadiyah di Jawa Tengah sangat besar diberbagai sektor, untuk mengintegrasikan itu dia mendukung inisiatif terbentuknya asosiasi JSM dibidang jasa dan kontruksi, sektor riil, dan agrobisnis. Dengan demikian, JSM akan langsung bergerak dalam bersinergi dalam membangun ekonomi Muhammadiyah serta pembangunan daerah melalui bersinergi dengan pemerintah daerah. (sp/rol)