PP Nasyiatul ‘Aisyiyah : Peledakan Bom di Rumah Ibadah Tak Sesuai Kemanusiaan dan Ajaran Agama

Diyah Puspitarini, Ketum PP Nasyiatul 'Aisyiyah

Sangpencerah.id – Empat anak balita yang sedang bermain menjadi korban dari ledakan bom molotov di depan gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad pagi (13/11). Satu orang diantaranya bahkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.

Atas kejadian itu, Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah yang ramah terhadap perempuan dan anak menyatakan duka yang mendalam untuk anak-anak balita korban bom. Semoga keluarga dari korban bom diberikan kekuatan dan kesabaran.

“Turut berduka cita atas meninggalnya Intan Olivia (2,5 tahun), salah satu anak yang menjadi korban bom. Peledakan bom di tempat ibadah merupakan perbuatan yang tidak beradab dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam”, jelas Diyah Puspitarini, Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah.

Diyah menjelaskan bahwa Islam melarang dengan tegas segala bentuk perilaku teror, sadis, aniaya dan pembunuhan tanpa alasan kepada seluruh makhluk di muka bumi tanpa terkecuali.

“Diharapkan pihak yang berwenang melalukan tindakan tegas terhadap pelaku sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Mari bersama menghormati keberagaman, menjaga keamanan dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, ungkap Diyah yang juga Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Depok, Sleman. (sp/rdk)