Muhammadiyah Salurkan Listrik Gratis Pada 1.064 Rumah di Daerah Non Muslim NTT

Peta persebaran Listrik di Indonesia, mayoritas masih terpusat di Jawa (sumber: Majalah Tambang)

SangPencerah.id- Sebagai komitmen membangun masyarakat yang adil dan sejahtera, Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Muhammadiyah (Lazismu) berpartisipasi aktif mewujudkan akses listrik bagi masyarakat miskin melalui program Indonesia Terang.

Program tersebut akan menyasar 1.064 kepala keluarga di 6 desa di Kecamatan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur yang merupakan masuk daerah tertinggal di Indonesia. Di wilayah NTT sendiri mayoritas masyarakatnya adalah non muslim, dalam melaksanakan kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah khususnya Lazismu tak pernah membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan.

Andar Wibowo Direktur Utama Lazismu mengungkapkan guna menyukseskan program tersebut pihaknya telah bekerjasama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan akan mulai melakukan instalasi awal pada akhir oktober ini. “Jadi kami akan dibantu oleh TNP2K dalam hal data dan pemetaan keluarga miskin,” jelas Andar kepada awak media di Jakarta Convention Center.

Program tersebut meliputi bantuan solar panel berkapasitas 100 Kwh yang secara gratis akan diberikan kepada rumah tangga miskin dan tidak mampu.

“Ini program pertama Lazismu, program kedua rencananya akan menarget 10 ribu keluarga di wilayah Madura,” terang Andar.

Regi Wahono ketua TNP2K mengatakan persoalan pengentasan kemiskinan bukan merupakan hal mudah. Kemiskinan di Indonesia didasari oleh tiga aksek yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar.

“Listrik ini masuk ke infrastruktur dasar. di Indonesia itu elektrifikasinya baru 88,3 persen sisanya 12 sekian persen masih mengandalkan lampu minyak tanah dan mengakibatkan dana subsidi pemerintah terganggu,” ucap Regi. Regi berharap program Indonesia Terang Lazimu dapat berguna dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat miskin. (sp/kbk)