Melawan Banjir di Pinggir Hutan, Aktivis ‘Aisyiyah Randublatung Kerahkan Laskar HW

SangPencerah.id– Musibah banjir yang melanda diberbagai tempat, mengundang keprihatinan tersendiri. Walau skala banjir itu sedang, tapi sering kali mengganggu aktivitas. Penyebab banjir sendiri sangat bervariasi, diantaranya adalah pola hidup masyarakat yang kurang bijak dalam mengelola sampah hingga saluran drainase maupun selokan yang kurang memadai.

14963233_331384137230569_5202814385904950450_n

15055603_331384167230566_2885846095940844855_n
Keprihatinan ini juga muncul di benak Dwi Emay Saroh. Melihat seringnya terjadi banjir di jalan dekat hutan Randublatung menuju Blora Kota, Ahad (13/11) kemarin, aktivis Aisyiyah yang juga guru Matematika di SMA Muhammadiyah Randublatung ini menggerakkan massa, khususnya siswa-siswinya yang aktif di kepanduan Hizbul Wathan untuk terjun langsung ke lapangan.

Berbekal sabit, cangkul, parang, sapu dan alat-alat kebersihan lain, wanita asal Nganjuk ini mengarahkan massa dari Kepanduan HW SMA Muhammadiyah Randublatung untuk membersihkan saluran yang tertutup sampah, menyiangi rumput-rumput dan tanaman liar, serta membakar sampah-sampah yang banyak menumpuk. “Inisiatif aksi ini dari saya sendiri, saya prihatin seringnya banjir di wilayah ini, selain membiasakan anak-anak untuk lebih peka terhadap lingkungan. Saya juga ingin mensyiarkan keberadaan Hizbul Wathan yang belum banyak dikenal diwilayah kami. Kedepan kami ingin mengajak pelajar Muhammadiyah dari sekolah lain untuk terlibat, ada beberapa titik lagi yang akan kami bersihkan”, ujar aktivis Aisyiyah yang juga aktif di sanggar seni budaya ini. Kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak kepanduan HW ini pun mendapat respon positif dari Lurah Wulung, yang turun langsung ke lokasi.

15037264_1469114159769646_1521686004452360290_n

Selain membersihkan lingkungan-lingkungan di pinggir jalan, murid-murid di sekolah ini secara aktif, setiap dua minggu sekali juga gencar membersihkan masjid dan musholla. “Sesederhana apapun, kami berusaha untuk lebih aktif mendidik anak-anak dan yang lebih bermanfaat pada masyarakat”, pungkas lulusan Magister Pendidikan UMS ini. Inilah cara pelajar-pelajar Muhammadiyah dipinggiran hutan dalam merefleksikan keimanan, dengan senantiasan memelihara kebersihan.