Layak Ditiru, Berikut Ini Lima SPBU Milik Muhammadiyah Yang Membanggakan

SPBU Universitas Ahmad Dahlan

SangPencerah.id– Muhammadiyah memiliki banyak panti asuhan? itu sudah pasti tersebar dimana-mana. Muhammadiyah memiliki banyak sekolah? tak terhitung lagi dan itu sudah biasa. Muhammadiyah memiliki banyak rumah sakit? sudah sangat akrab ditelinga kita. Muhammadiyah memiliki SPBU ? nah ini baru ada di beberapa tempat.  Di beberapa institusi dalam naungan persyarikatan, SPBU, salah satu AUM Ekonomi sebagai pilar ketiga Muhammadiyah kini mulai dikembangkan. SPBU ini dikembangkan oleh Muhammadiyah ditingkat daerah maupun sebagai badan usaha perguruan tinggi. Simaklah SPBU-SPBU milik Muhammadiyah berikut ini:

SPBU Balen,  PDM Bojonegoro

12516043_177402789286297_2139308454_n

PDM  Bojonegoro bisa dikatakan merupakan pelopor  dakwah  Muhammadiyah melalui SPBU. Bapak Yudi, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM Bojonegoro mengungkapkan bila SPBU pertama yang didirikan Muhammadiyah  Bojonegoro  berlokasi di Kecamatan Balen. SPBU ini dirintis mulai Tahun 2002 dan mulai beroperasi pada Tahun 2003. Proses pendirian SPBU ini dilakukan dengan gotong royong melalui penjualan lembaran-lembaran saham yang dibagikan kepada warga Muhammadiyah. Pada saat itu setiap lembar saham dihargai sekitar 1 juta rupiah. Lambat laun respon masyarakat di daerah berjuluk “Lumbung Energi dan Pangan Negeri” ini pun semakin positif, dan SPBU ini kian hari semakin membesar.

SPBU Kalitidu, PDM Bojonegoro

Pada tahun 2014, semangat warga Bojonegoro untuk megembangkan amal usaha ekonomi semakin tak terbendung. MEK PDM Bojonegoro pun kembali merintis pendirian SPBU. “Pada pendirian SPBU yang kedua ini kami membutuhkan dana sekitar 9 Millyar, Alhamdulillah warga Muhammadiyah sangat antusias, 60 % lebih modal merupakan milik warga persyarikatan. Ada juga pengusaha dari Pasuruan yang turut berinvestasii”, ujar Kepala SMK Negeri 1 Bojonegoro ini. SPBU kedua yang didirikan Muhammadiyah Bojonegoro ini berlokasi di wilayah Kalitidu, saat ini masuk pada wilayah Gayam. Setiap lembar saham yang menjadi modal untuk pendirian SPBU ini dilempar ke publik dengan harga Rp. 5 juta perlembarnya. Alhamdulillah pada tahun 2015, SPBU di Gayam inipun beroperasi.

SPBU Gayam, SPBU kedua yang didirikan PDM Bojonegoro
SPBU Gayam, SPBU kedua yang didirikan PDM Bojonegoro

Menurut  Ketua MEK PDM Bojonegoro, dakwah melalui Bisnis SPBU ini menjadi dakwah alternatif memiliki banyak kemungkinan dan  keuntungan. Diantaranya, pertama resiko yang sangat kecil dan dapat diminimalisir. Kedua, Kebutuhan bahan bakar dari masyarakat yang semakin hari semakin meningkat. Ketiga, Jejaring persyarikatan Muhammadiyah yang cukup luas, baik itu jejaring birokrasi maupun pengusaha, dan tentunya yang Keempat, bisnis melalui SPBU ini sangat menjanjikan untuk mengghidup-hidupi medan dakwah persyarikatan. Misalnya saja pengalaman di Bojonegoro, tak sampai dua tahun SPBU-SPBU ini telah kembali mencapai Break Event Point.

SPBU Universitas Muhammadiyah Malang

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) UMM dibangun di sebelah Barat Masjid AR. Fachruddin, tepatnya di sebelah kiri pintu keluar Barat kampus III UMM. Pendirian SPBU ini merupakan salah satu upaya UMM dalam mengembangkan profit centre untuk mendukung finansial selain biaya pendidikan dari mahasiswa.

SPBU Universitas Muhammadiyah Malang
SPBU Universitas Muhammadiyah Malang

 SPBU UMM  dilengkapi dengan cafetaria dan resting area yang bertempat di lantai dasar. Pendirian SPBU ini dinilai sangat prospektif karena jumlah mahasiswa, dosen dan karyawan UMM sangat banyak dengan kebutuhan bahan bakar kendaraan sangat tinggi. Selain sebagai profit centre, SPBU UMM merupakan salah satu bentuk layanan bagi sivitas akademika dan masyarakat umum dalam hal kemudahan penyediaan bahan bakar.

(Baca juga : Belajar dari BTM Muhammadiyah Batang, Modal Awal 100 Juta Kini Beromset 20.5 Milliar )

SPBU Syirkah Amanah, PDM Lumajang

SPBU Syirkah Amanah PDM Lumajang
SPBU Syirkah Amanah PDM Lumajang

SPBU Syirkah Amanah merupakan SPBU yang dikelola oleh Muhammadiyah Kabupaten Lumajang. Untuk mengembangkan SPBU ini, Muhammadiyah Lumajang “ngangsu kaweruh” ke Bojonegoro. SPBU ini mulai dibangun pada Tahun 2007 dan diresmikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah saat itu, Din Syamsuddin pada Tahun 2009. Seperti di SPBU Bojonegoro,  pendanaan pembangunan SPBU ini juga dilakukan dengan cara menjual saham, perlembar saham dijual dengan harga 1 juta rupiah. Setiap tahunnya juga dilakukan rapat anggota sebagai laporan pertanggungjawaban dari pengurus kepada anggota.

SPBU Syirkah Amanah
SPBU Syirkah Amanah

Warga Muhammadiyah Lumajang sangat antusias dengan keberadaan SPBU ini.  Pada awal beroperasi, SPBU ini  hanya memiliki omset sekitar 10 ton, tapi berikutnya terus melonjak hingga 35 ton perhari.  Pada tanggal 9 Agustus yang lalu, SPBU ini mendapatkan penghargaan “The Best Pertalite Outlet” , yang diserahkan langsung oleh Pertamina. Keberadaan SPBU ini sangat berarti bagi Muhammadiyah Lumajang dalam mengembangkan sayam dakwah, khsusnya untuk menopang AUM-AUM yang lain.

(Menarik Dibaca Juga : Dalam Sehari, 2 PKU Muhammadiyah Di Jawa Tengah Siap Berdiri )

SPBU Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

SPBU Universitas Ahmad Dahlan merupakan salah satu SPBU yang paling baru, yang dimiliki Muhammadiyah.  SPBU ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr.Haedar Nashir  26 September  2016 yang lalu. SPBU yang terletak di Jalan Wates Km 13 tersebut juga mendukung peraturan Kemenristek-dikti (Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) menyebutkan, perguruan tinggi tak boleh hanya mengandalkan SPP mahasiswa sebagai sumber pendanaan. Karena itu, perguruan tinggi diperbolehkan memiliki badan usaha sebagai sumber pendanaan pendidikan.

(Baca juga : Dari Keterbatasan, Kini Perusahaan Saudagar Muhammadiyah Ini Beromset 3 Trilliun )

Sebelum memiliki SPBU, UAD sendiri sudah punya unit usaha lain. UAD sudah punya unit usaha jasa pengukuran dan kalibrasi alat pengukuran medis, jasa perbankan dalam bentuk BPR Syariah, dan Rumah Sakit Holistika Medika. SPBU UAD pengelolaannya dilakukan PT Adi Multu Energi, badan usaha milik UAD. Total dana pembangunan keseluruhan mencapai sebesar Rp 11,77 miliar, seluruhnya berasal dari UAD. Yang membanggakan, SPBU UAD ini menjadi SPBU pertama di DIY-Jawa Tengah yang berpredikat ‘Pasti Prima’ atau standar pelayanan tertinggi di atas ‘Pasti Pas’ sebagaimana dimiliki SPBU yang lain.

spbu-uad-sedayu-yogyakarta

Selain SPBU-SPBU diatas, kemungkinan masih ada SPBU-SPBU milik Muhammadiyah yang dilain tempat. Di Wilayah Jawa Timur sendiri, beberapa daerah kini mulai merintis pendirian SPBU, seperti di daerah Situbondo, Jember, Pasuruan dan beberapa tempat lainnya.

Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM Bojonegoro sendiri, sebagai pioner pendirian SPBU mendorong daerah-daerah lain untuk dapat mengembangkal AUM serupa. Banyak  daerah di berbagai wilayah Indonesia juga sudah belajar ke Bojonegoro. “Kami siap menyambut Muhammadiyah daerah-daerah lain yang ingin belajar ke Bojonegoro untuk mendirikan SPBU, akan kami berikan ilmu-ilmu dan file-file yang kami miliki bagi yang ingin belajar kesini. Sayang sekali kalau aspek bisnis ini nggak kita manfaatkan dan hanya dikuasai asing. Warga Muhammadiyah harus bangkit.”, pungkas Bapak Yudi, Ketua MEK PDM Bojonegoro yang kini juga merintis pendirian Akademi Komunitas di Bojonegoro. (red/ja)