Inilah Hasil Lengkap Pertemuan Presiden Jokowi dan Ketum PP Muhammadiyah

Sangpencerah.id – Pada 8 November 2016, pukul 10.00 WIB s.d 11.13 WIB, di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, berlangsung kegiatan konsolidasi antara pihak PP Muhammadiyah dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas terkait soal umat muslim pasca aksi pada 4 November 2016. Presiden hadir bersama Pratikno, Kapolda dan Pangdam, serta diterima oleh Ketua Umum dan Sekjen PP Muhammadiyah. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dilaporkan sebagai berikut:

  • Pukul 11.13 WIB, Presiden beserta rombongan dan seluruh jajaran pimpinan PP Muhammadiyah keluar dari ruang konsolidasi.
  • Dalam konferensi pers-nya, Presiden Joko Widodo mengatakan:
    a. Proses hukum terhadap Ahok akan dilakukan dengan tegas dan transparan. Presiden juga menekankan bahwa dirinya tidak akan melindungi Ahok karena sudah masuk pada proses hukum.
    b. Selain membahas masalah Ahok juga membahas ekonomi kerakyatan agar dapan dilaksanakan dilapangan dengan baik.
    c. Berkaitan dengan politik islam, PP Muhammadiyah mengusulkan agar muhammadiyah dapat bekerjasama dengan pemerintah agar dapat memberikan ruang dan saluran politik bagi umat islam sehingga dapat berlangsung dengan baik.
    d. Apa yg belum baik akan diperbaiki dan apa yg belum bagus akan segera diperbaiki.
    e. Presiden juga membahas jaket yg sedang viral di media, dan mengatakan bahwa jaket tersebut adalah jaket anaknya.
    f. Ucapan terima kasih karena telah di terima dengan baik.
  • ┬áDr.Haedar Nasir, Ketum PP Muhammadiyah mengatakan:
    a. Telah selesai bersilaturahim menerima rombongan presiden dan mensesneg.
    b. Pengahargaan yg tinggi atas komitmen presiden yg di wujudkan dalam perintah kepada kepolisian untuk mengusut dan memproses hukum kasus penistaan agama oleh Ahok secara tegas dan transparan.
    c. Kami berharap kepolisian tidak mengembangkan tafsir tafsir yang dapat membuat bias perkembangan kasus tersebut.
    d. Aspirasi umat islam pada 411 telah mewakili perasaan keagamaan seluruh umat islam, tanpa ada klaim golongan atau kelompok dan meyakini bahwa meskipun berakhir dengan kericuhan, hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan pendemo. Dan pihak pendemo maupun apkam telah melewati fase-fase yg berat.
    e. Kami berharap agar pihak kepolisian mengawal proses hukum Ahok dengan baik agar tercipta keadilan bagi masyarakat. Mengikuti koridor hukum dan tetap bermartabat.
    f. Berkaitan dengan martabat bangsa, permasalah yg ada agar cepat diselesaikan.

PP Muhammadiyah dengan pemerintah bekerjasama untuk:

1. Memberdayakan ekonomi rakyat yang menjadi hajat rakyat sebagai fondasi bangsa agar tidak menjadi masalah kebangsaan.
2. Konfigurasi politik indonesia yang liberal harus ditata ulang dalam konstitusi yg mengandung keislaman dan kemasyarakat demi mewujudkan indonesia yg adil.
3. Membangun keadaban bangsa di tingkat elit maupun rakyat. Bangsa ini religius dan beragama. Maka tatanan politik harus berlandaskan etika yg bermartabat shg tidak boleh ada rakyat yg bertindak diluar hal hal etik dan diluar koridor kesatuan bangsa.
4. Berkaitan dengan komitmen moral presiden untuk tidak mendukung ahok merupakan persepsi presiden yg positif agar tidak menimbulkan reaksi reaksi baru dari masyarakat. Beliau seorang negarawan yg mengetahui apa-apa saja yg akan menjadi pertanyaan wartawan.

Pukul 11.19 WIB, presiden beserta rombongan meninggalkan Kantor PP Muhammadiyah.