Bertemu Jokowi, Ketum PP NA : “Pak Presiden, Rakyat Hanya Butuh 1 Kata, Keadilan”

Sejumlah Ormas Memberikan Keterangan Pers

Sangpencerah.id – Selasa malam (8/11/2016), beberapa ormas Islam diundang lagi ke Istana Negara. Salah satunya adalah Nasyiatul ‘Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah sebagai wadah perempuan muda Muhammadiyah.

“Saya mendapat undangan via SMS dan telepon dari protokoler Presiden untuk hadir di Istana Negara tanggal 8 November 2016 pukul 16.30 WIB. Saya meragukan maka saya telepon balik untuk konfirmasi. Saya sempat bertanya-tanya mengapa dari pihak Muhammadiyah hanya Nasyiatul Aisyiyah yang diundang, akhirnya saya memutuskan untuk menghadiri undangan tersebut”, jelas Diyah yang diterima redaksi sangpencerah .

Pertemuan yang berlangsung Rabu sore (9/11/2016), dihadiri oleh Al Irsyad Al Islamiyah, Jam’iyatul Washliyah, Ikadi, Perti, Majelis Rasulullah, Syarikat Islam, BKPRMI, Muslimat NU, Mathla’ul Anwar, DDII, Fatayat NU, Wanita Islam, GP Ansor, Parmusi, Kahmi, dan Nasyiatul Aisyiyah.

Dalam kesempatan itu Pak Jokowi menyampaikan respon tentang aksi 4 November. Beliau menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan ormas yang sudah menjaga demo dengan baik. Beliau juga menyampaikan bahwa ormas yang diundang ke istana adalah ormas yang memiliki tanggapan yang beragam pada aksi 4 November. Pak Jokowi juga menyampaikan alasan beliau tidak menemui perwakilan aksi, yaitu masalah prosedur keamanan.

Di awal pertemuan, beberapa ormas menyampaikan pendapatnya. Pada kesempatan itu, saya juga menanyakan beberapa hal kepada Bapak Presiden.

“Saya, Diyah Puspitarini, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah. Nasyiatul Aisyiyah adalah ormas yang sudah lama, 86 tahun, tetapi saya paling muda di sini diantara pimpinan ormas lain”, jelas Mbak Diyah saat memperkenalkan kepada Presiden Jokowi.

Diyah menyampaikan ke Pak Presiden tiga poin :
1. Apa dan kenapa kami diundang secara mendadak seperti ini. Sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menanggapi kasus Ahok.
2. Jika tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa demi keamanan Bapak lebih baik tidak menemui rakyat. Saya sampaikan bahwa rakyat yang berunjuk rasa ingin bertemu dengan pemimpin mereka. Jangan khawatir dengan rakyat.
3. Saya berharap pemerintah berlaku adil dalam penanganan kasus Ahok ini. Rakyat hanya membutuhkan 1 kata, keadilan.

Pertanyaan Ketum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah ini tidak dijawab langsung oleh Pak Presiden, tetapi oleh Pak Mensesneg. Acara diakhiri dengan sholat di masjid di lingkungan istana negara. (sp/rdk)