Aksi Tandingan 411, Parade Kebhinekaan Hanya Diikuti Ratusan Orang

Ratusan orang berkumpul di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka akan mengikuti Parade Bhinneka Tunggal Ika.

Sebelumnya pada konferensi pers di Bakoel Koffie, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016). Hadir dalam konferensi pers tersebut sebagai narasumber KH. Nuril Arifin (Gus Nuril), Pendeta Amos Sugianto, dan Nong Darol Mahmada mengatakan

“Massa setelah dihitung lagi sekitar 100.000 massa rielnya. Namun kami mengundang acara ini secara publik, dan banyak komunitas yang memberikan antusias,”

Di berbagai lini media sosial juga netizen yang diidentifikasi kontra terhadap aksi ummat islam sebelumnya sesumbar parade ini menunjukkan superiotas mereka.

Namun fakta di lapangan yang ikut kegiatan parade ini hanya berjumlah sekitar ratusan saja karena tidak sampai memenuhi areal patung kuda

aksi-bhineka

Hal ini meyakinkan bahwa di dunia maya yang selama ini suka “membuly” aksi ummat islam ketika turun ke jalan pada 4/11 adalah buzzer atau akun kloningan yang jumlahnya ribuan karena terbukti hari ini yang hadir hanya seujung kuku jumlah ummat islam yang ikut aksi 4/11 kemarin.

Sementara itu di kutip di TEMPO menulis berita 97 ribu massa hadiri parade kebhinekaan namun saat ini judul berita tersebut telah dihapus.

Dikutip dari TEMPO salah seorang penggagas Parade Bhinneka Tunggal Ika yang juga tim sukses kandidat gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Hasan Nasbi, di Jakarta, Sabtu, 19 November 2016.

Hasan mengatakan sasaran yang dituju dalam aksi damai ini adalah merawat Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan kebinekaan Indonesia, serta mempertahankan pemerintahan yang terpilih secara konstitusional dan menyerukan penegakan hukum yang tidak bisa diintervensi pihak mana pun. Menurut dia, sejumlah warga gelisah karena dibiarkannya kelompok yang dinilai tidak menghargai perbedaan dan tidak memiliki kebinekaan, tapi ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan ideologi yang bertentangan dengan NKRI.

Lima Kebohongan Parade Kebhinekaan

Meskipun mengusung tagline kebhinekaan diyakini parade ini sebagai aksi tandingan yang digagas oleh kelompok pendukung AHOK menyikapi aksi ummat islam terbesar 4 Nopember lalu yang menuntut proses hukum terhadap AHOK atas pernyataannya yang menyinggung ummat islam, dalam kasus ini AHOK sudah ditetapkan sebagai Tersangka.(sp)