Tokoh Muhammadiyah Ini Akan Ditampilkan Dalam Pecahan Uang Kertas Baru Rp. 50.000

SangPencerah.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) akanmenandatangani Keputusan Presiden (Keppres) mengenai penetapan gambar pahlawan nasional sebagai gambar pada uang rupiah. Ada 12 (duabelas) nama pahlawan yang akan muncul pada uang kertas dan logam yang baru.

Adapun pertimbangannya adalah munculnya Keppres Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional Sebagai Gambar Utama Pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Rupiah Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia, adalah bentuk penghargaan kepada pahlawan nasional.

Pemerintah memandang perlu mencantumkan gambar pahlawan yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sebagai gambar utama pada bagian depan rupiah kertas dan logam. Nama para pahlawan yang akan muncul pada uang kertas rupiah itu beraneka macam, salah satu diantaranya adalah Ir.Djuanda yang fotonya akan ditampilkan dalam pecahan uang 50.000.

Ir.Djuanda Kartawidjaya,  merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang  lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911. (baca juga:  Ditawari Menjadi Dosen ITB, Djuanda Memilih Menjadi Guru SMA Muhammadiyah) Saat menjadi guru SMA Muhammadiyah, Djuanda menerima gaji seadanya.  Semasa mudanya Djuanda aktif dalam  berbagai organisasi non politik yaitu Paguyuban Pasundan dan anggota Muhamadiyah.

Nama besar Djuanda telah menggema menjadi berbagai nama tempat. Namanya diabadikan sebagai nama lapangan terbang di Surabaya yaitu Bandara Djuanda. Ia yang paling getol memperjuangkan pembangunan lapangan dan pembebasan lahan untuk lapangan terbang itu pada awalnya. Djuanda juga diabadikan untuk nama hutan raya di Bandung yaitu Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, yang di dalamnya terdapat Museum dan Monumen Ir. H. Djuanda. Sebuah Universitas pun ada yang mengabadikan nama besar Djuanda. Dan yang paling mengesankan adalah sejarah kedaulatan Maritim di Indonesia yang tak bisa lepas dari namanya dalam momen  Deklarasi Djuanda.

Foto ilustrasi (detik)
Foto ilustrasi (detik)

Dilansir dari setkab.go.id,s ecara lengkap nama-nama pahlawan yang fotonya akan digunakan dalam uang baru adalah sebagai berikut:

  • Gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah)
  • Gambar Pahlawan Nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah);
  • Gambar Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp20.000,00 (dua puluh ribu rupiah);
  • Gambar Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah);
  • Gambar Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp5.000,00 (lima ribu rupiah)
  • Gambar Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp2.000,00 (dua ribu rupiah);
  • Gambar Pahlawan Nasional Tjut Meutia sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp1.000,00 (seribu rupiah);
  • Gambar Pahlawan Nasional Mr. I Gusti Ketut Pudja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp1.000,00 (seribu rupiah);
  • Gambar Pahlawan Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp500,00 (lima ratus rupiah);
  • Gambar Pahlawan Nasional Dr. Tjiptomangunkusumo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp200,00 (dua ratus rupiah); dan
  • Gambar Pahlawan Nasional Prof. Dr. Ir. Herman Johanes sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp100,00 (seratus rupiah).

Penggunaan 11 gambar pahlawan nasional tersebut menurut BI bertujuan lebih mengenalkan pahlawan nasional kepada masyarakat. Selain itu juga untuk menumbuhkembangkan semangat kepahlawanan, kepatriotan, kejuangan, serta sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat  melahirkan karya terbaik bagi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara. Untuk  mempermudah identifikasi ciri keaslian uang rupiah oleh masyarakat serta mempersulit upaya pemalsuan uang, BI akan melakukan penguatan unsur pengaman pada uang Rupiah yang akan diterbitkan tersebut.

Jika uang rupiah kertas dan logam tersebut telah dikeluarkan dan diedarkan pada waktunya, uang rupiah kertas dan logam yang masih beredar saat ini masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender) di wilayah NKRI sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran. (red)