Marching Band SMK Muhammadiyah 2 Tampil Terdepan Dalam Klaten Lurik Carnival

MB SMK Muhammadiyah 2 Jatinom (Foto : Noel Photo Studio)

SangPencerah.id– Ribuan warga Klaten tumpah ruah memadati sepanjang Jalan Pemuda, Kamis (18/8). Mereka antusias menyaksikan Klaten Lurik Carnival (KLC) yang diikuti 46 kontingen. Kerumunan penonton terpusat di depan panggung kehormatan di depan rumah dinas Bupati, di Jalan Pemuda Selatan. Pawai KLC diawali dengan marching band SMK Muhammadiyah 2 Jatinom yang menyajikan atraksi sangat menarik.

Grup Marching band SMK Muhammadiyah 2 Jatinom ini sendiri merupakan salah satu grup musik yang sangat eksis di Kabupaten Klaten, sering ditampilkan pada even-even pemerintahan, even Muhammadiyah even sekolah maupun undangan-undangan lainnya. Dengan barisan  yang menarik, paduan musik yang apik grup musik ini mendapat aplause dari ribuan penonton yang memadati jalanan sejak siang. Kostum personil yang berwarna-warni dengan personil lain  menggunakan seragam HW tampak gagah berani, semakin menambah semarak penampilan SMK Muhammadiyah 2 Jatinom.

Seusai barisan marching band, dilanjutkan dengan  pasukan pengibar bendera (paskibra),  di belakangnya cucuk lampah atau Manggala Yuda yang diperankan Kepala Disbudparpora Klaten, Joko Wiyono dengan mengendarai kuda. Pasukan Satpol PP yang mengenakan seragam pasukan keraton membuat pagar betis, kemudian sebuah kereta kencana melintas dan berhenti di depan panggung kehormatan. Dari dalam kereta yang ditarik dua kuda itu turun Bupati Sri Hartini, Wakil Bupati Sri Mulyani dan anggota DPR RI Alfia Reziani.

Kreasi

Disusul kemudian, barisan Muspida dan pimpinan SKPD yang mengenakan busana beskap lurik disusul ibu-ibu dari SKPD. Selanjutnya, Manggala Yuda melapor kepada Bupati bahwa acara siap dimulai. Kemudian, Bupati, Muspida dan para pejabat menempatkan diri ke panggung kehormatan. ”Kontingen pertama dari Polres Klaten, semua peserta berjalan kaki dengan mengenakan busana lurik yang bukan pakaian harian tapi dengan kreasi,” ujar Joko Wiyono. Kesempatan langka itu membuat warga ingin mendekat untuk mengambil foto, sehingga berdesakan di depan panggung.

14022365_271367976582844_5356985241693633599_n

Kontingen kedua dari Kecamatan Jogonalan tampil apik dengan busana lurik yang dikreasikan dengan teman panen tebu. Mereka membacakan sinopsis cerita, sambil diiringi musik dinamis dan tarian yang ditata apik penuh semangat.

Salah satu penampil KLF (Foto: Noel PS)
Salah satu penampil KLF (Foto: Noel PS)

Mereka mengangkat potensi sebagai produsen gula. Sejumlah tim menampilkan kreasi busana dengan apik dan benarbenar berbahan lurik khas Klaten, namun ada kontingen yang hanya mengenakan busana lurik, namun mereka tak mengusung tema tertentu dan tidak menampilkan tarian dengan koreografi menarik. Hanya berjalan melintas. ”Seharusnya, masing-masing kontingen dipimpin srikandi, ada spanduk berisi tema. Setiap peserta membaca sinopsis dan menampil displsi di depan panggung kehormatan maksimal menit,” ujar Joko Wiyono.

Tampak aparat Dishub, Satpol PP, dan Polres Klaten menjaga ketertiban sepanjang acarea. Setiap peserta dinilai tim juri yang terdiri tiga orang, yakni Dra Tiwi Avati MSn dosen senirupa Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Drs I Made Sukanadi dosen ISI Yogyakarta dan Heru Mataya praktisi carnival. Juara 1-3 akan ditampilkan pada peringatan HUT Jateng 28 Agustus di Magelang. (sp/sm)