Kader Athfal itu Terpilih Menjadi Ketua Umum Hizbul Wathan

SangPencerah.com – Saya itu lahir dan dibesarkan dari Muhammadiyah, maka kewajiban saya adalah membesarkan dan memajukan Muhammadiyah, termasuk itu Hizbul Wathan. Hal ini disampaikan oleh Ramanda Muchdi PR selaku Ketua Umum terpilih Muktamar Hizbul Wathan Ke-3 periode 2016-2021. Sejak tahun 1961 sudah aktif menjadi pandu athfal (sekolah dasar) sebelum HW dileburkan oleh pemerintah. Setelah bangkit kembali tahun 2000, dirinya juga menjadi pengurus kwartir pusat. Mantan ketua umum Kwartir Pusat Tapak Suci sudah tidak asing lagi karena sejak kecil Ramanda Muchdi sudah mendapat perkaderan Muhammadiyah dan banyak belajar hizbul wathan.

Selanjutnya, dia banyak menimba ilmu dari hizbul wathan. Karena sejak kecil bercita-cita menjadi tentara karena sosok Jenderal Soedirman. Karena Pak Soedirman menjadi komandan TNI di usia muda juga karena pandu Hizbul Wathan,” ungkapnya.

Disinggung soal beberapa hal yang akan dilakukan khususnya perkaderan, dia mengatakan akan menyiapkan kaderisasi Hizbul Wathan terutama untuk generasi 10 tahun ke depan. Karena pemimpin besar itu disiapkan dan tugas kita adalah mempersiapkan. Terutama untuk pelatih, akan kita perbanyak progam-progam kursus pelatih baik itu Jaya Melati maupun Jaya Matahari. Makin banyak kita pelatih, akan mudah membesarkan Muhammadiyah dan Hizbul Wathan, agar kelak menjadi kader bangsa dan persyarikatan Muhammadiyah,”ungkapnya.

Sekarang kita harus, mengatakan pandu itu atau Padviner akan mencari dimana dia akan mengembara. Hizbul Wathan itu memang pandu Muhammadiyah, tetapi jangan sampai hanya hidup di Muhammadiyah harus diluar muhammadiyah sebagai bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Ke depan kader hizbul wathan itu harus juga mengatasi persoalan kebangsaan khususnya masalah narkoba. Hizbul Wathan harus memerangi narkoba, karena itu salah satu penyakit bangsa yang banyak merusak generasi muda.  Dengan mencegah dan memerangi narkoba, sebagai komitmen hizbul wathan dalam membantu progam pemerintah. Selain itu, ke depan juga akan melakukan judicial review tentang undang-undang Pramuka tahun 2010, karena itu banyak menganggu aktivitas Hizbul Wathan khusunya di tingkat cabang dan daerah. Insya Allah dalam waktu terdekat,’’ tambahnya.

Muchdi Purwopranjono terpilih menjadi Ketua Umum Kwartir Pusat (Kwarpus) Hizbul Wathan (HW) dalam Muktamar yang berlangsung di Balai Muhammadiyah Solo. Beliau terpilih  dalam Sidang Tim Formatur yang hanya memakan waktu 15 menit.

Proses pemilihan formatur berjalan singkat dan lancar dengan menggunakan sistem e-voting. Sistem ini dibuat oleh tim IT Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo. (sp/mc)