Juara Bercerita Mengantar Pelajar SD Muhammadiyah 2 Pontianak ke Istana Negara

M Raqxel Alkadrie, utusan dari kota Pontianak, saat membawakan cerita Bau di Bayar Dengan Bunyi, pada malam final Lomba Bercerita anak yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan kearsipan dan dokumentasi Kalbar bersama Tribun Pontianak, di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalbar, Jumat (22/7/2016) malam. pada ajang yang di ikuti oleh 23 murid SD se-Kalimantan barat ini M Raqxel Alkadrie berhasil meraih juara I. dengan terpilihnya ia sebagai pemenang, murid kelas 6 SD ini akan mewakili Kalbar dalam lomba bercerita tingkat nasional menjelang 17 Agustus mendatang di Jakarta. (foto :tribun)

SangPencerah.com- M Ragxel Alkadrie (11) berhasil menjadi pemenang dalam lomba bercerita se-Kalimantan Barat. Ragxel sapaan akrabnya mampu mengungguli empat orang finalis lainnya dengan nilai 4.235 di Hotel Golden Tulip tempat acara dihelat, Jumat (22/7/2016) malam.

Suka cita tergambar dari wajah utusan Kota Pontianak ini saat namanya disebut tim juri sebagai yang terbaik se-Kalbar. Cerita ‘Bau di bayar dengan Bunyi’ yang dikisahkannya mampu memukau para juri dan semua pasang mata yang menyaksikan.

Selain Ragxel, pemenang harapan 2 diraih Deswita Mutia Putri, utusan Kabupaten Ketapang dengan cerita usul asal nama Kota Sandai. Pemenang harapan 1 diraih Chaira Riviandini utusan Kabupaten Sambas dengan cerita batu ballah batu betangkup.

Pemenang juara 3 diraih Rio Aprisa Putra utusan Kabupaten Mempawah dengan cerita buaya kuning dan pemenang juara 2 diraih Dwi Bernata Tunjar utusan Kabupaten Sanffau dengan cerita Putri Daranante.

Tampak hadir pula menyaksikan generasi penerus bangsa menggali potensi mereka Bupati Sambas Atbah Romin, Direktur Bidang Bimbingan Masyarakat (Dirbinmas) Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Suhadi SW dan Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Ragxel mengaku sangat senang dan tidak menyangka dirinya mampu menjadi pemenang dan akan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional, dan akan dilaksanakan di Istana Negara pada awal Agustus mendatang. Dengan wajah gempulnya, Ragxel menuturkan sempat tegang saat mentas di depan banyak orang.

“Waktu mentas tegang, karena banyak ditonton orang. Ada pejabat pemerintahan juga yang nonton,” ucap Ragxel sumringah kepada usai menerima penghargaan, Jumat (22/7/2016) malam.Pelajar kelas 6 SD Muhammadiyah 2 ini akan berusaha tampil maksimal di tingkat nasional nanti. Ia akan melakukan persiapan untuk menjadi lebih baik lagi dan memperbaiki semua yang kurang menarik. (sp/tb)