Berawal Numpang di Masjid, Kini Hasil Ujian SD Muhammadiyah Klaten Utara Terbaik di Klaten

Foto : Ilustrasi

SangPencerah.com- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah, setelah sebelumnya SD Muhammadiyah Alternatif Magelang dan SD Muhammadiyah Program Khusus menjadi yang terbaik di kotanya masing-masing, kabar gembira kembali datang dari Kota Bersinar, Klaten. “Alhamdulillah, SD Muhammadiyah Klaten Utara menjadi yang terbaik di Klaten pada US/M 2016, ujar Bapak Ilman Soleh mengungkapkan kegembiraannya. Bapak Ilman Soleh sendiri merupakan dewan pengajar SD Muhammadiyah Sapen yang selama ini aktif membina SD Muhammadiyah Klaten Utara.

“SD Muhammadiyah Klaten Utara sendiri masih berusia relatif muda, sekolah ini baru berdiri 9 tahun dan baru meluluskan 3 angkatan. Tapi perkembangannya sangat luar biasa, SD ini dibina Sapen dari awal. Pada mulanya tidak memiliki ruang kelas, dan para siswa harus belajar numpang di Masjid Raudhatul Perak. Alhamdulillah sekarang sudah memiliki dua kampus dan cukup dikenal masyarakat di Kota Lurik, ungkap Koordiator Litbang SD Muh Sapen yang cukup aktif dalam membina sekolah-sekolah Muhammadiyah ini.

Pada US/M 2016 sendiri, SD Muhammadiyah Klaten Utara benar-benar mampu membuktikan taringnya. Sekolah yang baru seumur jagung ini mampu mengalahkan lebih dari 700 sekolah di Klaten baik negeri maupun swasta. SD binaan Sapen ini mampu meraih rata-rata nilai US/M tertinggi dengan mencapai angka rata-rata lebih dari 270, bahkan salah seorang siswa hampir memperoleh nilai dengan sempurna yakni, 295 dari tiga mata pelajaran yang angka total maksimalnya 300. “Bangga sekali dengan prestasi adik-adik Kelas VI tahun ini, 3 orang mampu meraih nilai 100 pada Matematika, 1 orang hampir meraih nilai sempurna, semoga terus ditingkatkan dan dipertahankan”, ujarĀ  Yunan salah satu staf di SD Muhammadiyah Klaten Utara.

Prestasi ujian SD Muhammadiyah Klaten Utara ini bukan hanya membanggakan sekolah setempat, tapi juga Persyarikatan Muhammadiyah Klaten. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Sekolah Muhammadiyah tak bisa dipandang sebelah mata. (sp/jt)