Luar Biasa, Kepala SMA Muhammadiyah Jayapura Menjadi Yang Terbaik di Papua

Kepala SMA Muhammadiyah Jayapura bersama putera tercinta yang baru lulus dari SD Muhammadiyah Abepura

SangPencerah.com- Setelah Kepala SD Muhammadiyah Krian meraih juara I dan mewakili Jawa Timur ke-tingkat nasional, kabar menggembirakan kembali datang dari Indonesia timur. Di Tahun 2016 ini, Muhammadiyah Kota Jayapura mencatat prestasi yang luar biasa dengan terpilihnya Kepala sekolah SMA Muhammadiyah Kota Jayapura, Udin Ramazakir, S.Pd,  M.Si, sebagai Juara 1 kepala sekolah berprestasi dan berdedikasi tingkat Provinsi Papua.

Menyabet penghargaan ini tentu bukan hal mudah. Harus ada prestasi-prestasi nyata yang memiliki bukti fisik untuk mendukungnya. Kepala sekolah yang lahir di Kabupaten Jayapura ini mengikuti ajang pemilihan kepala sekolah berprestasi tingkat Proinsi Papua tahun 2016 ini dengan menyertakan berbagai dokumen pendukung berupa portofolio Pendidikan, pelatihan yang pernah diikuti, keterlibatannya dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, keterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat, pengembangan sekolah, juga penelitian pengembangan keprofesian guru dan kepala sekolah.

Menurutnya, yang menjadi best practice yang mengantarkannya menjadi  Juara ini adalah upayanya untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan mandiri dan berkarakter. Inilah yang dia tulis sebagai praktek terbaik yang dia lakukan selama 3 tahun menjadi Kepala Sekolah SMA  Muhammadiyah Kota Jayapura.

Partisipasi masyarakat ini antara lain berbentuk pembangunan fisik sarana upacara sekolah, gapura, laboratorium, komputer, dan laptop, yang ide dan anggarannya banyak melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan juga pihak swasta. Selain hal-hal yang sifatnya fisik, partisipasi masyarakat juga ada yang berbentuk program atau kegiatan pengembangan siswa, antara lain program tahfidz quran (menghafal al-Qur’an). Anak-anak diarahkan dan dibimbing untuk mampu menghafal al-Qu’an mulai dari Juz 30. Kegiatan tahfidz ini pun merupakan masukan masyarakat. Bahkan pengelolaannya seperti ustadz pembimbing dan kegiatan pendampingan juga dilakukan  bersama masyarakat.

Prestasi lain yang bisa dilihat indikatornya secara fisik adalah jumlah siswa. Menurutnya, pada saat awal menjadi kepala sekolah SMA Muhammadiyah, siswa baru berjumlah antara 45 sampai 55 siswa. Jumlah siswa baru ini naik menjadi  65 sampai 75 siswa. Saat ini, siswa baru SMAM mencapai 85 siswa. “Parameter sekolah itu jumlah siswa. Kita mau melayani siapa jika tidak ada siswa” katanya. Inilah yang mendorong kepala sekolah lulusan Universitas Cenderawasih ini untuk melakukan sosialisasi dan kegiatan pengembangan program sekolah yang menarik seperti kegiatan  ekstrakurikuler yang bervariatif. Selain itu, berbagai ide pengembangan sekolah yang kreatif juga selalu didukung, misalnya podium di lapangan upacara yang bawahnya dijadikan kolam ikan lele.

Ke depan, mantan sekretaris Muhammadiyah Kota Jayapura selama 2 periode ini akan tetap berupaya mempertahankan hal-hal yang sudah baik. Selain itu, dia juga berupaya untuk lebih mengenalkan  SMA  Muhammadiyah Kota JayaPpura ke dunia luar, misalnya melalui website. “Semua ini akan terwujud jika semua pihak berkontribusi dalam mengembangkan ide dan melaksanakannya” pungkasnya. (redaksi)

Kontributor : Siti Rohmanatin Fitriani, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Papua