Belajar Dari BTM Muhammadiyah Batang : Modal Awal 100 Juta, Kini Beromset 20,5 Milyar

Harto Setiyono bersama para pegawai BTM Batang (Foto: pribadi)

SangPencerah.com– Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Baitut Tamwil Muhammadiyah Batang pantas menjadi amal usaha Muhammadiyah percontohan, khususnya di bidang Ekonomi. Karena dari modal awal beroperasi 100 juta, telah berkembang dan memiliki aset hingga 20,5 Millyar pada awal 2016.

KJKS BTM BATANG merupakan lembaga ekonomi yang telah beroperasi sejak Tahun 2004. Kemudian, Lembaga Ekonomi Muhammadiyah Batang ini resmi sebagai lembaga keuangan  ekonomi yg berbadan hukum dengan nomor 518.21/097a/BH/PAD/XIV/2008 tertanggal 04 Juni 2008.

Kantor KJKS BTM Batang
Kantor KJKS BTM Batang

Pada awalnya KJKS BTM Batang ini hanya beranggotakan 30 orang, dengan modal 30 Juta Rupiah. Kemudian mendapat tambahan dana dari BTM  Pekajangan, hingga modal awalnya terkumpul 100 juta rupiah. Awal-awal sulit pun terus dilalui, dengan semangat fastabiqul khairat, aktivis-aktivis Muhammadiyah Batang membesarkan AUM ekonomi ini.

“Pemberdayaan ekonomi, seperti keberhasilan KJKS BTM Batang ini salah satu bagian dari membangkitkan kebesaran umat Islam pada khususnya serta Indonesia. Karena itu kami mendukung terus upaya-upaya yang dilakukan pengurus ranting, cabang, daerah, dan wilayah dalam mengembangkan Muhammadiyah melalui bidang perekonomian dan lainnya,”ujar Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ketika mengisi pengajian sekaligus meresmikan gedung BTM dan SMK Muhammadiyah di Pendapa Kabupaten Batang, Maret Tahun 2015.

Aktivis Muhammadiyah Batang yang juga inisiator BTM Batang, Harto Setiyono mengungkapkan ” Tujuan utama BTM ini adalah menjadi amal usaha di bidang keuangan yang handal dan mampu mendukung dakwah Muhammadiyah serta membantu perekonomian masyarakat secara islami”. Ia menambahkan, “anggota dari BTM ini harus warga Muhammadiyah dan wajib memiliki KTM, sedangkan nasabah BTM berasal dari berbagai golongan dan lapisan masyarakat”, ujarnya. Saat ini BTM Muhammadiyah Batang juga telah memiliki gedung sendiri yang cukup megah, serta memiliki kantor kas pembantu di Limpung, Batang.

Kemajuan BTM Batang ini pun tidak cukup dalam waktu sekejap, tetapi melalui proses panjang untuk terus berkembang. Potret keberhasilan BTM Batang ini dapat dijadikan ruang belajar, maupun inspirasi bagi Muhammadiyah didaerah lainnya dalam mengembangkan amal usaha ekonomi. Kepada  SangPencerah.com, Bapak Harto Setiyono berharap do’a dari seluruh pembaca agar lembaga ekonomi ini terus maju dan berkembang, dan bermanfaat untuk umat (redaksi/jwt).