50 Siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Raih Penghargaan Internasional

Penerahan Penghargaan Kepada 50 Siswa SMAMDA

SangPencerah.com-Sebanyak 50 siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya menerima penghargaan internasional dari ‘International Award for Young People’. Penghargaan ini kategori apresiasi anak berusia 14 hingga 24 tahun yang gemar berkegiatan positif di lingkungannya.

“Penghargaan ini diberikan pada kegiatan yang terukur, tercatat dan terdokumentasi, tapi tidak kompetitif. Setiap anak muda dalam kisaran usia 14 sampai 24 tahun harus mempunyai kegiatan fisik, kesenian dan aktifitas sosial, serta petualangan. Serta untuk kategori tertinggi harus live in atau tinggal di keluarga yang bukan keluarga dia dan tingkat sosialnya dibawah dia,” ujar National Board Committee member of Adinugraha Internasional, Mayong Suryolaksono, saat ditemui di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Rabu (11/5/2016).

Ia mengungkapkan, Adinugraha Internasional adalah pemegang lisensi dari The Duke of Edinbergh’s International yang berpusat di London, Inggris. Sedangkan untuk kawasan Asia Pasific berpusat di Sydney, Australia ini, sudah diikuti lebih dari 60 negara di dunia, termasuk di Indonesia. “Sehingga penghargaan ini dilakukan secara ketat terhadap mereka yang benar benar memenuhi kreteria,” jelasnya.

Selanjutnya, Leader dari International Award for Young People SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Andri Santoso menjelaskan untuk mendapatkan penghargaan kreterianya anak harus punya kepekaan sosial, skill dan sport. “Mulai dari sport bisa bermacam macam olah raga sesuai dengan kegemaran anak dan dilakukan secara rutin, demikian juga dengan skill, baik berupa seni atau yang lainnya,” urai Andri.

Sedangkan untuk kepekaan sosial bisa berupa kerja sosial yang tidak mengambil keuntungan secara materi. Kerja tersebut benar benar dilakukan tanpa pamrih. “Namun yang menjadi sulit adalah semua kegiatan tersebut harus rutin, tercatat dan terdokumentasi setidaknya selama enam bulan hingga satu tahun,” kata Andri.

Dari 50 siswa siswi yang mendapatkan penghargaan tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu untuk penghargaan bronze (perungu) ada 26 siswa dan siswa, kemudian untuk penghargaan silver adalah 22 siswa dan siswi serta untuk penghargaan gold hanya 2 siswa saja. “Untuk penghargaan Gold ini setidaknya mereka harus bertindak langsung di masyarakat dan tinggal bersama masyarakat dalam beberapa hari,” jelas Andri.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Mas’ad Fachir mengatakan bahwa anak anak yang ikut dalam International Award for Young People ini biasanya anak-anak yang punya kepedulian. “Untuk anak anak seperti ini perlu kita support, karena bagaimanapun mereka punya kepedulian terhadap lingkungan, orang tua, anak anak jalanan, tumbuhan dan lainnya,” katanya.

Peraih penghargaan Gold, Wildan Nurrahman merasa bangga bisa mendapatkan penghargaan tersebut. Untuk mendapatkan penghargaan itu, dia punya banyak pengalaman. Diantaranya adalah tinggal di kawasan perkampungan di Pandaan. Dia harus melakukan bakti sosial selama tiga hari.

“Disana kami melakukan senimar tentang ekonomi, mulai dari cara berjualan, pemasaran, pengemasan dan lainnya. Seminar ini diikuti oleh anak anak sekolah. Sehingga mereka bisa mendapatkan pengetahuan tentang ekonomi dan siap untuk menghadapi MEA,” tandasnya(sp/beritajatim).