PPTQ Darussalam Muhammadiyah Slinga : Dari Recehan Celengan, Kami Mimpikan Pesantren Berkemajuan

SangPencerah.com- Dua tahun lalu saat sudah diputuskan oleh rapat PCM Slinga, Purbalingga tentang pendirian ponpes dan akan memulai pembangunannya panitia belum memiliki modal dananya. Mimpi itu ternyata berubah menjadi energi atau power yang dahsyat. Gerakan pertama panitia mensosialisasikan akan dibangunnya asrama ponpes dan alhamdulillah langsung ada donatur yang menyumbang 2 truk batu. Dari sumbangan batu itulah, pintu mulai terbuka untuk donatur-donatur yang lain. Langkah berikutnya mendata donatur yang bisa dijadikan modal awal pembangunan dan alhamdulillah dapat terkumpul 15 juta. Target awal dengan modal 15 juta hanya sampai pembuatan pondasi.

Siswa MTs Muhammadiyah 04 Slinga siap menyalurkan kotak infaq ke calon-calon donatur
Siswa MTs Muhammadiyah 04 Slinga siap menyalurkan kotak infaq ke calon-calon donatur

Ibarat sebuah mesin yang sudah panas, saat pembangunan pondasi itu panitia terus merapatkan barisan untuk memikirkan bagaimana agar pembangunan ini tidak hanya sampai pondasi. Ternyata dengan seringnya panitia bertemu tercetuslah ide mengumpulkan toples-toples plastik bekas untuk dijadikan “celengan” atau tempat menyimpan tabungan dan dibagikan kepada donatur. Toples-toples itu dikumpulkan dengan meminta kepada siswa-siswa MTs Muhammadiyah 04 Slinga Purbalingga (Mufourga) untuk setiap siswa membawa minimal 2 toples. Tahap awal alhamdulillah dapat terkumpul 750 an buah toples.

Toples-toples itu dilubangi seperti “celengan” dengan menggunakan solder kemudian ditempeli stiker yang bertuliskan “TABUNGAN AKHIRAT” dan 750 buah toples siap untuk dibagikan. Sebelum pembagian toples-toples tabungan akhirat itu panitia melakukan sosialisasi program ini kepada masyarakat agar pembangunan asrama ponpes tidak terhenti hanya sampai pondasi. Konsep yang diberikan adalah bahwa tabungan akhirat ini tidak hanya untuk masyarakat mampu saja tetapi untuk semua lapisan masyarakat. Motivasinya adalah kita semua dapat berkontribusi atau dapat ikut membangun ponpes ini dan merasa ikut memiliki. Untuk antisipasi masyarakat yang malu apabila isi tabungannya sedikit maka petugas pengumpul tidak akan menghitung per toples tetapi dihitung setelah terkumpul semuanya, jadi toples yang berisi sedikit tidak malu dan toples yang berisi banyak tidak riya sehingga akan terjaga keikhlasannya. Selain itu juga masyarakat dapat berinfaq setiap hari berapapun, apabila sehari Rp. 500 saja maka satu bulan sudah Rp 15.000,- apalagi lebih dari itu. Apabila uang Rp 15.000,- setiap bulan orang itu setor kepada panitia mungkin akan malu, tetapi dengan methode ini akan terjaga semuanya. Alhamdulillah masyarakat antusias menerima toples-toples tabungan akhirat dan semangat berinfaq setiap hari.

Setiap bulan petugas pengumpul setiap kelompoknya bergerak untuk mengambil infaq-infaq danatur itu dan ternyata rata-rata per toples isi Rp 20.000,- jadi setiap bulan dapat mengumpulkan kurang lebih Rp 15.000.000,-. Dari dana yang terkumpul sebagian dititipkan ke toko besi dan sebagian disimpan untuk membayar tukang. Alhamdulillah dengan metode ini, dapat selesai pembangunan 4 ruang kelas 2 lantai dengan menghabiskan biaya hampir Rp. 550 juta. Tabungan-tabungan akhirat jalan terus dan yang terkini sudah dapat membebaskan lahan seluas 300 ubin dengan harga Rp 2 juta per ubin menghabiskan Rp. 600 juta. Tidak terasa tabungan akhirat dan wakaf tunai warga sampai saat ini telah terkumpul lebih dari 1,2 milyar dalam bantuk bangunan dan lahan pengembangan. Tabungan akhirat tidak ada batas akhir karena pembangunan-pembangunan asrama akan terus berlanjut demi terwujudnya madrasah kader muhammadiyah Purbalingga. Bukan kita yang akan membangun tetapi Allah SWT yang akan membangun, bukan kita yang punya uang tetapi Allah lah pemilik segalanya.

Inilah cerita perjuangan pembangunan Pondok Pesantren Tanfidzul Qur’an (PPTQ) Darussalam Muhammadiyah Slinga, berjuang dari setiap recehan-recehan celengan, tak pernah mengenal putus asa, tak pernah mengenal beratnya rintangan, untuk mesyi’arkan Islam berkemajuan, membesarkan persyarikatan. Allahu Akbar.

Di ceritakan oleh : Aris Pujianto, Aktivis Muhammadiyah PCM Slinga-Guru Mts Muhammadiyah Slinga, Banjarnegara.