Peringati Hari Perempuan, ‘Aisyiyah Pangkep Focus Adakan Pelatihan SDM Perempuan

SangPencerah.com – Hari Perempuan Sedunia atau International Womans Day yang jatuh tepat pada tanggal 8 Maret dimaknai sebagai hari bersejarah bagi perjuangan perempuan di seluruh dunia dalam mencari keadilan dengan prinsip kesetaraan gender untuk dilibatkan dalam ranah publik termasuk terus mendorong kesempatan yang sama dalam hal kesempatan kerja dan mencegah diskriminasi di kalangan perempuan.

Pada hari ini pula 8 Maret 2016 hampir semua lembaga/organisasi perempuan memperingatinya hari ini sebagai refleksi untuk menggugat kesenjangan sosial yang merugikan kelompok perempuan pada umumnya, berbagai aksi dilakukan untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia ini seperti melakukan advokasi ke pemerintah melalui aksi damai di Ibu kota. Hari bersejarah ini pula tak dilewatkan begitu saja oleh ormas Islam Aisyiyah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Menurut Koordinator Program MAMPU ‘Aisyiyah Pangkep yang ditemui dalam kegiatannya menyatakan bahwa memaknai International Womans Day, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pangkep melaksanakan berbagai kegiatan di tingkat komunitas berupa pelatihan penguatan kompetensi SDM Perempuan di 2 kelompok perempuan Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) di Kelurahan Pabundukang dan Desa Bulu Cindea.

Di Kelurahan Pabundukang ‘Aisyiyah Pangkep melatih kelompok perempuan BSA di Kampung Camba Towa dengan Training Publik Speaking dan menggelar nonton bareng film yang menginspirasi perjuangan perempuan. Sedangkan di kampung Padang-Padangeng ‘Aisyiyah Pangkep melatih kelompok perempuan menulis cerita perubahan yang menjadi pengalaman mereka selama tergabung dalam komunitas binaan MAMPU ‘Aisyiyah serta menulis harapan kelompok perempuan di kampung pesisir tersebut yang jauh dari kemudahan akses pelayanan dasar, Selasa (8/3).

Ibu Halwiah (45), misalnya salah satu peserta yang ditemui di Kampung Camba Towa mengaku senang mengikuti pelatihan publik speaking yang dilaksanakan oleh Aisyiyah karena diajari untuk berani berbicara di depan umum meskipun sehari-hari hanya sebagai Ibu Rumah Tangga yang lebih banyak mengurus suami dan anak. Meski awalnya malu-malu Ibu Halwiah akhirnya nampak Percaya Diri bercerita didepan rekan-rekannya dengan petunjuk dari fasilitator.

“Saya senang ada Balai Sakinah ‘Aisyiyah di Kampungku Camba Towa, apalagi hari ini, katanya hari perempuan sedunia, hari istimewa, kami diajari bagaimana bicara di depan umum meskipun hanya dihadapan ibu-ibu sekampung. Saya awalnya malu-malu, karena tidak terbiasa, tapi Alhamdulillah ketika dipandu dan diajarkan bahwa berbicara itu penting untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah, saya mau belajar, supaya bisa bicara langsung dengan pak lurahku nanti” Tutur Halwiah.

Selain di Kampung Camba Towa, kegiatan pelatihan dengan tema berbeda juga dilaksanakan di salah satu Kampung pesisir Padang-padangeng desa Bulu Cindea dengan melatih kelompok perempuan untuk menulis pengalaman melalui cerita perubahan yang dirasakan selama mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pangkep sejak tahun 2014 yang lalu.

Organisasi Perempuan ‘Aisyiyah merupakan salah satu ormas Islam Perempuan yang paling aktif melakukan pencerahan dakwah sebagai bagian dari program pemberdayaan perempuan hingga tingkat Desa/kelurahan yang jauh dari segi akses pelayanan dasar melalui salah satu Program yakni MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan). Program ini sebagai upaya mempersiapkan kompetensi perempuan menghadapi tantangan MEA di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dan memajukan perempuan diberbagai bidang dengan membangun sinergitas dengan pelbagai pihak. Program MAMPU ‘Aisyiyah sendiri mendapat respon positif dari Pemerintah Daerah yang telah turut membantu program pemerintah dari segi penguatan SDM dan penanggulangan kemiskinan.

Kontributor: Nhany Rachman Khan (Aktivis MAMPU Aisyiyah Pangkep)