Larangan Jilbab di RS Siloam, Ini Tanggapan Muhammadiyah

Rumah Sakit Siloam Makassar

Larangan penggunaan jilbab terhadap karyawati muslim yang bukan petinggi dan dokter tetap di RS Siloam Makassar menuai protes. Salah satu organisasi terbesar Islam di Indonesia, Muhammadiyah pun ikut angkat bicara terkait peraturan yang dinilai diskriminatif tersebut. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof Ambo Asse mengatakan, Indonesia adalah negara plural baik itu agama maupun budaya.

Jadi aturan yang diterapkan pihak RS Silaom merupakan kesalahan besar. Menurutnya, tidak boleh ada larangan bagi siapapun untuk berhijab. Apalagi untuk seorang wanita muslimah. “Indonesia ini negara yang beragama dan tidak boleh melarang menjalankan keyakinan agama seperti halnya jilbab untuk seorang muslim. Itu kewajiban dan tidak boleh diabaikan,” ujar Prof Ambo Asse.

(Baca Sebelumnya: Larangan Berjilbab di RS Siloam Dinilai Diskriminatif)

Menurutnya, pihak RS Siloam Makassar diimbau agar mencabut larangan tersebut segera. Pihak pemerintah juga diminta turun tangan menangani permasalahan ini. “Saya berharap ini menjadi perhatikan serius semua pihak, baik dari pihak kami (Muhammadiyah) juga dari pihak pemerintah. Karena menurut saya ini adalah salah besar. Kenapa ada orang dilarang pakai jilbab padahal itu sudah jeles-jelas kewajiban bagi wanita muslimah,” ujar Prof Ambo Asse. (sp/rakyatku.com)