Komnas HAM : BNPT dan Densus 88 Harap Akhiri Drama Kemanusiaan

Densus 88

SangPencerah.com – Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Maneger Nasution mengaku menerima laporan dari masyarakat bahwa Siyono, terduga teroris, telah meninggal dunia, Senin kemarin (11/3), dalam pemeriksaan Detasemen Khusus 88 Mabes Polri. Siyono adalah warga Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Siyono ditangkap Densus 88 pada 9 Maret 2016. Dan pada 10 Maret 2016, rumahnya di Brengkungan yang juga dipakai untuk TK/Raudhatul Athfal digerebek, sehingga puluhan anak-anak TK yang ada di situ menangis karena ketakutan.

Jelas Maneger, sebaiknya pihak Kepolisian atau Densus 88 mengklarfikasi hal tersebut ke publik. Menurutnya, siapa pun yang mencintai kemanusiaan tidak setuju dengan tindakan kekerasan apalagi terorisme. Karena itu bertentangan dengan HAM yang adil dan beradab. Hanya cara pencegahan dan penidakannya tidak boleh dengan cara yang tidak adil dan tidak beradab.

“Sekira berita di atas benar adanya, ini benar-benar sudah melampaui batas kewarasan nalar kemanusiaan. Bangsa ini harus mengevaluasi Kepolisian/Densus 88,” ujar Maneger Sabtu (12/3).

Selain itu, lanjut Maneger, DPR sebaiknya mempertimbangkan kembali kenaikan anggaran BNPT/Densus 88. Menurutnya, dengan pendanaan seperti sekarang saja, kinerjanya sedemikian mengecewakan, apalagi kalau ditambah.

“DPR pun patut hati-hati dengan rencana revisi UU Pemberantasan Terorisme. Dengan UU yang ada sekarang saja perlakuannya sudah sedemikian keterlaluan, apalagi kalau kewenangannya diperkuat?” ungkapnya.

Sekali lagi, tambah Maneger, jika aduan di atas benar, semua komponen bangsa yang mencintai kemanusiaan yang adil dan beradab harus bersatu mengingatkan bangsa ini utamanya Kepolisian, BNPT dan Densus 88 agar mengakhiri drama kemanusiaan.

“Masyarakat sungguh sudah memahami peristiwa yang sebenarnya. Kepolisian, BNPT dan Densus 88 harus dievaluasi soal pencegahan dan penindakan terorisme,” tukasnya. (sp/rmol)