Dosen UIN Wafat Setelah Baca Bismillah

IAIN Sunan Ampel Surabaya

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya KH Muhammad Dahlan Bisri Lc MAg wafat pada Kamis (3/3) pagi. Dosen itu menghembuskan nafas terakhir setelah mengucapkan “Bismillah” untuk mengawali proses pengajaran di ruang kelas.

“Saat hendak mengajar, beliau mengucap salam, lalu duduk di kursi dosen, lalu beliau mengucapkan ‘Bismillah’ untuk mengawali mengajar, tapi beliau langsung diam dan tertunduk di kursi dosen,” kata Wakil Dekan FSH UINSA Surabaya Drs Achmad Yasin.

Karena almarhum terdiam dalam waktu agak lama, maka seorang mahasiswa mendekati dan memegang tangannya. Namun almarhum tidak bereaksi, bahkan tangan almarhum terasa dingin.

“Akhirnya, mahasiswa itu melapor ke dosen lain yang mengajar di ruang kelas sebelahnya, lalu dosen itu meminta lima mahasiswa untuk membawanya ke mushalla fakultas dan mahasiswa lain diminta memanggil dokter Faizah di klinik kampus,” katanya.

Setelah diperiksa, dokter kampus memutuskan bahwa almarhum sudah tidak bernyawa lagi, lalu dibuatkan surat keterangan meninggal dunia. “Akhirnya informasi itu dilaporkan ke saya, lalu saya melaporkan ke dekan dan rektor, termasuk ke dosen FSH yang juga keponakan almarhum yakni A Kemal Riza MA. Keponakan langsung meminta almarhum dibawa ke rumah duka di lingkungan Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang,” katanya.

Menurut dia, almarhum yang lulusan Makkah itu memang merupakan salah satu pengasuh Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang dan mengajar di UINSA untuk mata kuliah Kajian Teks Hukum Keluarga Islam yang merupakan kitab Hukum Islam (Fiqih) dalam Bahasa Arab.

“Almarhum yang meninggal dunia sekitar pukul 09.39-09.40 WIB itu memang sangat alim, tawadhu, sopan, simpatik, dan tidak pernah marah. Beliau juga akrab dengan mahasiswa dan dosen lain, karena itu beliau sering disapa Gus Mudib alias Muhammad Dahlan Bisri,” katanya.

Saat hendak diberangkatkan ke Jombang, Rektor UINSA Surabaya Prof Abd A’la sempat melepas jenazah almarhum dari rektorat untuk diantar ke Jombang dengan ambulans kampus.

“Semoga almarhum tergolong syuhada karena meninggal saat hendak mengajarkan ilmunya, apalagi sempat mengawali dengan Bismillah. Aamiin,” katanya setelah mengikuti prosesi pemakaman di kompleks pesantren.

Sumber : Antara