5 Poin Kematian Siyono dan State Terrorism

Densus 88

1 | Awalnya pihak kepolisian menyebut bahwa penyebab tewasnya Siyono (39) usai ditangkap Densus 88 karena kelelahan, usai berkelahi dengan Densus 88 saat dalam pengembangan kasus. Namun kemudian kepolisian meralat sendiri alasan itu dg mengatakan bahwa Siyono meninggal akibat “kelalaian” Densus 88.

2 | Komnas HAM menduga ada pelanggaran prosedur dalam penangkapan yang berujung pada kematian Siyono. Diduga tidak ada surat perintah penangkapan. Yang ada hanya surat penyerahan jenazah berkop surat Kepolisian RI. Meski Siyono dilabeli sebagai terduga teroris, penangkapannya pada Selasa dua pekan lalu itu tentu tidak boleh dilakukan secara sewenang-wenang. Penangkapan yg berujung kematian Siyono itu menyisakan banyak pertanyaan: Siapa yg menangkap Siyono? Benarkah anggota Densus88 Antiteror? Dibawa kemana dia? Apa saja yg dia alami selama dalam kekuasaan yg diduga Densus88? Dan seterusnya. Ini semua belum terang benderang. Dengan demikian ada kejanggalan kematian Siyono. Bahkan, patut diduga bahwa kematian Siyono itu adalah akibat kekerasan oleh organ negara (state terrorism).

3 | Penyelidikan Komnas HAM dlm kasus kematian Siyono ini tentu bukan untuk membela teroris. Komnas HAM, dan tentu semua pencinta kemanusian, bersepakat bahwa tindakan kekerasan dan terorisme dg motif apa pun dan oleh siapa pun adalah musuh kemanusiaan. Komnas HAM, dalam konteks ini, tentu hanya membela hak2 seseorang warga negara yg baru dianggap terduga teroris. Penangkapan tanpa prosedur atas seorang warga negara sebagaimana diduga dialami Siyono sama sekali tidak boleh dibiarkan. Selain menyelidiki prosedur penangkapan, Komnas HAM juga mengumpulkan sejumlah bukti yg berkaitan dg peristiwa penangkapan hingga pasca-kematian Siyono.

4 | Komnas HAM juga berkoordinasi dg PP Muhammadiyah di Yogyakarta dan Pusham UII Yogyakarta (22/3). Dalam waktu dekat Komnas HAM jg akan berkoordinasi dg MUI Pusat dan CSO lainnya. Semua pihak sejatinya bersama-sama agar apa yg dialami anak bangsa seperti Siyono tidak terulang lg pada warga negara yg lain. Dan, negara wajib hukumnya hadir menjamin bahwa hal yg serupa tdk terulang lg di masa yg akan datang (guarantees of nonrecurrence).

5 | Ada baiknya, dg momentum kematian Siyono ini, DPR RI mempertimbangkan utk istirahat dulu dlm membahas rencana revisi UU Pemberantasan Terorisme. Sebab semangat revisi itu lebih bernuansa memperkuat BNPT dan Densus88. Sebab, dengan UU yang ada sekarang saja perlakuannya sudah sedemikian rupa, apalagi kalau kewenangannya diperkuat?

Maneger Nasution
Komisioner Komnas HAM