Rohidin Mersyah , Ketua Majelis Muhammadiyah Dilantik Menjadi Wakil Gubernur Bengkulu

SangPencerah.com – Jabatan dalam sebuah organisasi/instansi merupakan amanah yang harus dijunjung tinggi sebagai ladang amal menjanjikan jika dikerjakan dengan baik. Apapun bentuk jabatan tersebut, maka kesungguhan dan iktikadlah yang dituntut agar jabatan tersebut mampu mengantarkan pada kebaikan. Hal ini jugalah yang menjadi prinsip dari seorang Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA, Wakil Gubernur Bengkulu terpilih periode 2016-2021. Rohidin yang lahir di lingkungan Muhammadiyah ini, tumbuh menjadi kader persyarikatan yang unggul. Lahir di Manna, Bengkulu Selatan, 46 tahun yang lalu, Rohidin menyelesaikan program S1 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kemudian menyelesaikan S2 dan S3 di Institut Pertanian Bogor. Mengawali karir sebagai seorang birokrat, tidak lantas mengesampingkan keaktifannya di Muhammadiyah.

Saat diamanahi sebagai Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Rohidin juga diamanahi sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bengkulu Selatan. Kesibukannya sebagai pemimpinan daerah, tidak membatasi ghiroh bermuhammadiyah Rohidin. Ini nampak saat tahun 2015 Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengadakan turnamen sepak bola se-propinsi Bengkulu yang bekerjasama dengan seluruh PDM se-Propinsi Bengkulu. Ditemui saat pengukuhan pimpinan majelis dan lembaga di lingkungan PWM Bengkulu, Andi Azhar, yang merupakan Dosen UMB ini menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan Rohidin.

Saat itu, target kami di setiap kabupaten hanya menyertakan beberapa sekolah saja. Namun saat bertemu dengan Rohidin, ia justru menyatakan dukungan penuhnya untuk menyukseskan turnamen ini dengan menginstruksikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga untuk mengundang lebih banyak sekolah guna mengikuti turnamen ini. Andi yang juga merupakan Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional PWM Bengkulu serta Majelis Pustaka dan Informasi ini menjelaskan bahwa saat bertemu pertama kali dengan Rohidin, tampak sekali kesederhanaan dan rendah hati dari pemimpin yang sebentar lagi dilantik menjadi Wakil Gubernur ini.

Selain itu, ia menceritakan bahwa tatkala ia akan maju menjadi Calon Wakil Gubernur Bengkulu, ia memohon pamit dan menonaktifkan diri menjadi Ketua PDM Bengkulu kepada Ketua dan seluruh Wakil Ketua PWM Bengkulu. Bagi Andi, dari kejadian ini nampak bahwa Rohidin merupakan sosok yang mengedepankan etika organisasi dan etika social. Di saat banyak pejabat justru tidak malu untuk mengkangkangi etika, Rohidin memberikan role model bagi pemimpin yang santun dan beretika.

Di temui terpisah, Donny Fahlepi, Ketua DPD IMM Bengkulu ikut membagikan ceritanya berinteraksi dengan Rohidin. Sebagai seorang kader, ia merasa terayomi dengan ketegasan dan kepemimpinannya. Donny yang juga anggota Majelis Pendidikan Kader PWM Bengkulu berharap bahwa dengan amanah barunya sebagai Wakil Gubernur Bengkulu, tidak lantas menjadikannya tidak aktif bermuhammadiyah.

Dalam Struktur PWM Bengkulu 2015-2020, Rohidin Mersyah diamanahi sebagai Ketua Majelis Pendidikan Kader. Walaupun ia juga mengemban amanah sebagai seorang Wakil Gubernur, Rohidin tidak menjadikannya sebagai halangan untuk terus mencurahkan pikiran dan tenaganya guna kemaslahatan umat melalui persyarikatan Muhammadiyah. Menurut Fadli Kastrobi, Mantan Ketua PW IPM Bengkulu, apa yang diemban oleh Rohidin merupakan sebuah anomali. Menurutnya sebagai seorang Wagub, ada kebiasaan bahwa ia juga harus mengemban jabatan tinggi dalam sebuah organisasi. Jika ingin diibaratkan, Majelis itu adalah sebagai Kepala Dinas, dan Ketua PWM adalah Gubernurnya. Rohidin itu merupakan Wagub, tapi merangkap sebagai “Kepala Dinas”. Ungkapnya sembari melepas senyum.

Sebagai kader, Rohidin Mersyah tentu mafhun dengan tugas beratnya di MPK. Ia harus membina, mengarahkan serta membimbing kader-kader persyarikatan di Bengkulu. Tentunya ia tak bisa sendiri melakukan itu, namun karakter, visi, dan pemikirannya sebagai pemimpin kawakan, tentu sangat dibutuhkan. Muhammadiyah tidak membatasi kadernya untuk menjadi apapun, namun Muhammadiyah mengharapkan kader-kader terbaiknya kembali dan membangun Muhammadiyah mewujudkan Indonesia yang Baldatun Thayyibatun Warragun Ghofur. Semoga !! (sp/aa)