Dan Merah Kini Dewasalah Sudah

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Sebuah syair untuk IMM di usianya yang ke-52

Setengah abad punjul dua tahun yang lalu,
kau dilahirkan dari rahim surya nan berkilau cerah.
Darah,
adalah simbol pengorbanan yang sengaja disematkan untukmu.
Dan merah,
adalah lambang perjuangan abadi yang dinobatkan untukmu.

Si jabang bayi berlumur darah,
itulah sejatimu sejak lahirmu.
Lahir tumbuh besarmu,
harapan yang ditautkan oleh bapak ibumu.
Engkaulah penerus laku pencerah,
diiringi sejak terbitnya surya pengkabur fana.
Bersama sang fajar,
kau sibak kabut kelam di ujung ufuk yang hitam.
Bergemuruh gelorakan rima-rima pengabdian,
yang sekian lama hadirmu memang diidam-idamkan.

Merah,
kini telah dewasalah sudah.
Setengah abad punjul dua,
usia matang untuk tabuh genderang.
Tancapkan pena,
lukis dan tulis laga dramatis heroistis.

He merah he darah he bungsu pencerah,
makin tajam duri zaman harus kau tumpul-takhlukkan
makin hitam kabut dunia harus kau sibak-cerahkan
makin luas bentang ladang harus kau subur-permaikan
makin dalam jejurang harus kau dangkal-hilangkan
makin tinggi tetebing harus kau lumpuh-jinakkan.

Lima puluh dua angka usiamu kini, merah.
Kibar-geleparkan panji kebenaran bendera keadilan,
supaya tak sedih bapak-ibu menantimu di pintu sorga.
Jawab-buktikan segala pertanyaan taksa dunia,
supaya tak sia usiamu yang semakin dewasa.

Dan merah, kini telah dewasalah sudah.

Oleh: Mohammad Irfan Anas (Kader IMM Kab. Sleman)